KDRT Motif Baru Perselingkuhan?

Teori Terjadinya Kekerasan

Zastrow & Browker 1984 menyatakan bahwa ada tiga teori utama yang mampu menjelaskan terjadinya kekerasan, yaitu teori biologis, teori frustasi-agresi, dan teori kontrol.

  • Teori Biologis
    Teori ini menjelaskan bahwa manusia seperti juga hewan, memiliki suatu insting agresif yang sudah dibawa sejak lahir. Sigmund Freud menceritakan bahwa manusia mempunyai suatu keinginan akan kematian yang mengarahkan manusia-manusia itu untuk menikmati tindakan melukai dan membunuh orang lain dan dirinya sendiri. Robert Ardrey yang menyarankan bahwa manusia memiliki insting untuk menaklukkan dan mengontrol wilayah, yang sering mengarahkan pada perilaku konflik antar pribadi yang penuh kekerasan.
    Maksud teori biologis ini bahwa manusia memiliki insting agresif sejak lahir, hingga perilaku konflik dianggap wajar sebagai bentuk untuk mempertahankan diri dari berbagai tekanan. Perilaku ini dapat terwujud sebagai bentuk kekerasan akibat adanya berbagai tekanan yang berkepanjangan (permasalahan keluarga, ekonomi, dll).
  • Teori Frustasi-Agresi
    Teori ini menyatakan bahwa kekerasan sebagai suatu cara untuk mengurangi ketegangan yang dihasilkan situasi frustasi. Teori ini berasal dari suatu pendapat yang masuk akal bahwa seseorang yang frustasi sering menjadi terlibat dalam tindakan agresif.
    Contoh kasus seseorang suami yang sudah bertahun-tahun menganggur dan tidak mempunyai penghasilan tetap untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, maka kecenderungan besar suami tersebut melakukan kekerasan terhadap istri dan anaknya akibat gejala frustasi yang dialaminya (bahkan ada yang dibunuh). Meskipun semuanya tidak seperti itu, tetapi dari banyak kasus yang terjadi, efek frustasi dapat mempengaruhi seseorang untuk melakukan tindak kekerasan.

Halaman Berikutnya

(Tulisan di atas adalah pandangan pribadi penulis dan menjadi tanggung jawab penulis yang bersangkutan)

  • Lembaga Kajian Ilmiah dan Studi Hukum, Fakultas Hukum Universitas Mulawarman.

POPULER
Search