KDRT Motif Baru Perselingkuhan?

Akan tetapi, meskipun perselingkuhan dan KDRT adalah dua masalah yang berbeda, terkadang mereka dapat terkait dalam beberapa cara. Sering kali perselingkuhan dapat menjadi faktor pemicu atau kontributor potensial terhadap terjadinya KDRT dalam hubungan.

Beberapa hal yang menjadi faktor pemicu lainnya:

  • Rasa Marah dan Pengkhianatan
    Rasa marah dan pengkhianatan yang mendalam pada salah satu pihak bisa memicu emosi intens, yang dalam beberapa kasus dapat mengarah pada tindakan kekerasan.
  • Konflik dan Ketidakpercayaan
    Perselingkuhan seringkali memicu konflik dan ketidakpercayaan dalam hubungan. Konflik yang tidak terselesaikan dengan baik dapat berkembang menjadi situasi KDRT di mana tindakan kekerasan fisik atau emosional terjadi.
  • Kontrol dan Manipulasi
    Kadang-kadang pihak yang berselingkuh dapat menggunakan informasi tentang perselingkuhannya untuk mengontrol atau memanipulasi pasangannya. Ini bisa menciptakan kekuasaan yang tidak seimbang dalam hubungan dan meningkatkan risiko KDRT.
  • Perasaan Rendah Diri (Insecure)
    Pasangan yang dikhianati mungkin mengalami perasaan rendah diri dan merasa tidak dihargai. Ini dapat menciptakan lingkungan di mana KDRT lebih mungkin terjadi karena perasaan tidak berdaya.
  • Siklus Kekerasan
    Dalam beberapa kasus, perselingkuhan dapat menjadi bagian dari siklus kekerasan dalam hubungan. Kekerasan fisik atau emosional dapat berulang kali terjadi, kadang-kadang dipicu oleh faktor seperti perselingkuhan.

Penting untuk diingat bahwa tidak semua perselingkuhan berujung pada KDRT, dan setiap situasi berbeda beda. Namun, penting bagi seseorang yang berada dalam hubungan yang melibatkan perselingkuhan atau KDRT untuk mencari bantuan profesional dalam mengatasi masalah ini.

Halaman Berikutnya

(Tulisan di atas adalah pandangan pribadi penulis dan menjadi tanggung jawab penulis yang bersangkutan)

  • Lembaga Kajian Ilmiah dan Studi Hukum, Fakultas Hukum Universitas Mulawarman.

POPULER
Search