SAMARINDA – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Samarinda resmi menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) 2026 sebagai langkah nyata merealisasikan program yang didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Samarinda, Rabu (10/6/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di halaman Masjid Nurul Hidayah, Kelurahan Tanah Merah, mulai pukul 08.00 hingga 13.00 Wita.
Pelaksanaan GPM mendapat sambutan hangat dari warga sekitar. Antusiasme masyarakat terlihat tinggi karena harga berbagai komoditas pangan yang dijual lebih murah dibandingkan harga di pasaran saat ini.
Kepala DKPP Samarinda, Muhammad Darham, yang hadir langsung meninjau kegiatan menjelaskan bahwa Kelurahan Tanah Merah dan kawasan Jalan Perjuangan menjadi sasaran awal operasi pasar murah pada pekan ini.
“Untuk minggu ini kita sasar Tanah Merah dan Perjuangan. Skemanya dibagi seminggu dua kali, jadi dalam dua minggu ada empat kali pelaksanaan. Insyaallah setelah ini akan ada lagi menyusul,” ujar Darham di sela kegiatan.
Ia menegaskan, program Gerakan Pangan Murah tidak hanya bertujuan membantu masyarakat mendapatkan bahan pangan dengan harga terjangkau, tetapi juga menjadi upaya pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi daerah.
“Kami ingin memastikan masyarakat bisa memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih murah. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga ketersediaan pasokan dan menekan gejolak harga di tingkat konsumen,” katanya.
Lebih lanjut, Darham mengungkapkan DKPP Samarinda terus berupaya melakukan inovasi agar program tersebut dapat menjangkau lebih banyak wilayah. Salah satu strategi yang ditempuh adalah membangun kolaborasi melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dari Bank Indonesia serta dukungan sektor swasta lainnya.
“Ke depan kami akan memperkuat sinergi dengan berbagai pihak, termasuk melalui program CSR. Dengan dukungan tersebut, kami optimistis pelaksanaan Gerakan Pangan Murah bisa diperluas ke lebih banyak lokasi dan menjangkau masyarakat yang lebih luas lagi,” tutur Darham.
Dengan adanya dukungan berbagai pihak, DKPP Samarinda optimistis cakupan pelaksanaan GPM dapat dikembangkan hingga lebih dari 10 titik baru di Kota Samarinda dalam waktu mendatang. Program ini diharapkan menjadi salah satu instrumen efektif dalam menjaga daya beli masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah. (*)
