Selain korban, aksi bullying juga berdampak bagi Pelaku. Menariknya, pelaku bisa tidak menyadari dampak psikologis yang dirasakan dari perilaku perundungan yang dilakukan. Beberapa dampak bullying bagi pelaku:
- Terbiasa Melakukan Aktivitas Impulsif
Ini merupakan perilaku atau tindakan yang tidak diikuti dengan pemikiran tentang konsekuensi atau dampak kedepannya. Umumnya, pelaku lebih mengutamakan kondisi emosi dan keinginan sesaatnya. - Empati yang Semakin Tumpul
Dampak bullying verbal bagi pelaku dapat membuat empati yang semakin lama semakin tumpul. Soalnya, pelaku bullying tidak mempedulikan kondisi korbannya. - Meningkatnya Perilaku Agresif
Menurut Iswan, pelaku bullying yang tidak tertangani atau tidak mendapatkan pendampingan akan menganggap bahwa pukulan kekerasan verbal maupun non-verbal sebagai salah satu cara untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. - Muncul Perilaku Antisosial yang Semakin Parah
Dampak bullying bagi pelaku juga dapat memunculkan perilaku antisosial yang lebih parah, baik itu mencuri hingga membunuh.
Pelaku merasa tidak memiliki norma atau aturan dalam berperilaku, terlebih lagi ia tidak mendapatkan pendampingan. Hal ini membuat aktivitas agresif bisa berkembang menjadi lebih buruk. - Mendapatkan Label Negatif
Secara pergaulan, pelaku perundungan juga mendapatkan label negatif dari lingkungan sekitarnya.
Kondisi ini membuat pelaku tidak mendapatkan teman-teman yang baik atau support system yang baik karena perilakunya sendiri yang disruptif.
Setelah tahu akan bahaya perundungan, apa yang harus kita lakukan untuk mencegahnya?
Mencegah dan menghentikan bullying menjadi salah satu cara untuk menciptakan lingkungan yang aman. Orang tua, guru, dan orang dewasa lainnya tentu punya peran penting dalam mencegah perundungan.
Halaman Berikutnya
