Hentikan Aksi Perundungan!

Tentu, pembulian sangat berdampak negatif bagi korban. Sangat beragam kerugian dialami korban. Menurut para ahli psikolog, pembulian bisa menyebabkan:

  • Rentan Merasakan Emosi
    Aspek emosional menjadi salah satu dampak bullying verbal yang dapat dirasakan oleh korban. Biasanya, korban perundungan rentan mengalami emosi seperti takut, sedih, dan marah.
    Dampak bullying menurut para ahli ini bisa berlanjut pada munculnya gejala depresi, gangguan pencernaan, atau gangguan beradaptasi bagi korban bullying.
  • Sulit Berkonsentrasi
    Dampak kognitif dari perilaku bullying dapat membuat korban sulit berkonsentrasi dan memproses hal baru. Karena adanya rasa cemas, ini juga membuat korban sulit untuk membuat keputusan dan menghindari konflik.
    Bahkan, dampak bullying bagi siswa juga akan membuat korban kesulitan dalam mengikuti proses pembelajaran di sekolah.
    Selain terjadi pada korban, ini juga bisa menjadi dampak bullying bagi saksi yang melihat peristiwa perundungan.
  • Tidak Percaya Diri
    Dampak bullying bagi masyarakat juga bisa membuat korban tidak percaya diri. Ketika bullying yang dialami adalah kekerasan fisik, tentu bekas-bekas luka yang didapatkan dari perilaku perundungan dapat menyisakan pengalaman traumatis.
    Selain itu, dampak bullying seksual juga bisa memunculkan perasaan rendah diri dan tidak berharga.
  • Masalah Fisik
    Karena menurunnya kepercayaan diri akibat kondisi fisik, ini juga bisa memunculkan gejala-gejala psikosomatis. Gangguan psikosomatis merupakan kondisi di mana munculnya penyakit fisik akibat pikiran atau emosi yang dirasakan korban.
    Gejala psikosomatis yang bisa muncul adalah gastroesophageal reflux disease (GERD), tremor, atau mimisan. Menurut Iswan, ini terjadi karena korban dikuasai oleh emosi negatif, seperti takut, cemas, dan sedih.

Halaman Berikutnya

POPULER
Search