SAMARINDA – Kalimantan Timur terus memperkuat komitmen terhadap pelayanan publik inklusif bagi penyandang disabilitas. Melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kaltim Corporate University (BPSDM CorpU) , Pemprov Kaltim mengadakan Pelatihan Bahasa Isyarat bagi petugas pelayanan di lingkungan pemerintahan. Kegiatan ini bertujuan memberikan kompetensi tambahan bagi petugas, sehingga pelayanan kepada masyarakat penyandang disabilitas lebih ramah dan efisien.
Mewakili Kepala BPSDM Kaltim, Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi Teknis (PKT) Apriyana Rachamawaty menyampaikan dalam sambutannya bahwa pelatihan ini adalah langkah strategis. “Semoga melalui pelatihan ini, kita bisa terus meningkatkan kemampuan dan keterampilan para petugas pelayanan. Kami yakin, dengan keterampilan baru ini, pelayanan kepada masyarakat akan semakin profesional, empati, dan dapat diandalkan,” ujar Apriyana.
Para peserta pelatihan, yang diharapkan mengikuti kegiatan dengan fokus dan semangat, akan menjalani program intensif selama tiga hari, dari tanggal 30 Oktober hingga 1 November 2024. Program ini diadakan secara tatap muka di Kampus BPSDM Provinsi Kaltim dengan total 26 jam pelajaran. Narasumber yang mengisi pelatihan ini berasal dari Widyaiswara BPSDM, SLB Negeri Pembina Kaltim, serta mitra terkait lainnya.
Analis Pengembangan Kompetensi Ahli Muda, Indri Widayanti, menjelaskan bahwa pelatihan ini mencakup keterampilan dasar bahasa isyarat, sehingga petugas lebih mudah berkomunikasi dengan masyarakat yang memiliki hambatan pendengaran. Diharapkan, setelah pelatihan, para petugas memiliki keahlian baru yang akan meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kalimantan Timur. (adv/diskominfo kaltim)
