Setelah diterima di Departemen Luar Negeri (sekarang Kementerian Luar Negeri) penulis berkesempatan melanjutkan pendidikan Strata 2 (S2) di School of Politics, the Flinders University of South Australia, Adelaide Australia.
Sementara itu pendidikan Strata 3 (S-3) ditempuh penulis di FIKOM UNPAD Bandung setibanya kembali di Tanah Air dari penugasan di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Dakar Senegal.
Buku Diplomasi Santri yang ditulisnya jelas merupakan bacaan yang interesting (menarik), inspiring (menginspirasi), danmotivating(memotivasi), khsususnya bagi para diplomat muda atau kalangan santri yang berminat berkarier di dunia diplomasi atau tertarik menjalankan peran citizen diplomacy di masa mendatang.
Terlebih buku yang ditulis Dr. Arifi di sela kesibukannya sebagai Konjen RI New York ini pun telah menjadi salah satu koleksi di Yale University Sterling Memorial Library, Library of Congress di Washington DC dan New York Public Library.
Last but not least, sebagai masukan bagi penulis, khusus untuk cetakan mendatang, ada baiknya kalau judul buku ditambah atau diubah menjadi “Diplomasi Santri Dalam Menangani Konflik di Thailand Selatan”.
Tidak lain karena sebagian besar isi buku ini membahas tentang dimensi dan pusaran konflik Patani di Thailand Selatan serta bagaimana Nahdhatul Ulama memberi andil bagi penyelesaian konflik politik berkepanjangan di wilayah itu. (*)

