SAMARINDA — Fraksi Golkar DPRD Kaltim menyampaikan catatan penting terhadap Laporan Realisasi APBD 2024 dalam Rapat Paripurna, Selasa (17/6/2025). Tiga sektor menjadi sorotan utama: pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur jalan.
Juru Bicara Fraksi Golkar, Shemmy Permata Sari, menyatakan alokasi anggaran pendidikan sebesar Rp4,77 triliun atau 21,53 persen dari total APBD, belum menunjukkan efektivitas optimal. Salah satu persoalan utama adalah temuan ganda dalam penyaluran Beasiswa Kaltim.
“Program beasiswa harus tepat sasaran. Kami mendorong perbaikan sistem agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh siswa yang membutuhkan,” ujarnya.
Di sektor kesehatan, distribusi tenaga medis dinilai belum merata. Kekurangan dokter umum dan spesialis masih menjadi persoalan, terutama di wilayah terpencil.
“Kaltim membutuhkan sekitar 2.000 dokter agar rasio pelayanan tercapai. Sayangnya, dokter spesialis masih terkonsentrasi di kota besar,” ungkapnya.
Fraksi Golkar juga menyoroti minimnya informasi terkait realisasi pembangunan infrastruktur jalan. Mereka meminta laporan rinci dan terukur agar pengawasan berjalan optimal.
“Perbaikan jalan tak hanya soal akses, tapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi. Pemerintah perlu lebih transparan,” tegas Shemmy.
Menutup pandangan fraksi, Shemmy menegaskan komitmen Fraksi Golkar dalam mengawal pembenahan di ketiga sektor melalui fungsi anggaran dan pengawasan. (adv/dprd kaltim)
