SANGATTA – Sekretaris Komisi B DPRD Kutai Timur, Leny Susilawati Anggraini, mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat jaminan kepastian hukum bagi para investor yang ingin menanamkan modal di wilayah Kutai Timur. Langkah ini dinilai penting untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja baru yang lebih luas bagi masyarakat setempat.
Menurut Politisi Nasdem ini, meski Kutai Timur memiliki potensi besar dalam sektor sumber daya alam, khususnya di bidang pertambangan dan perkebunan, banyak investor masih menghadapi hambatan terkait kepastian hukum. Oleh karena itu, pihaknya meminta pemerintah untuk segera mengambil langkah konkret yang akan memberikan rasa aman bagi para pelaku usaha yang ingin berinvestasi di daerah tersebut.
“Kami melihat bahwa Bupati sudah cukup kuat dalam mendukung investasi di Kutai Timur, dan ini diperkuat dengan adanya peraturan daerah (perda) yang menjamin kemudahan dan kepastian investasi. Namun, realisasinya masih memerlukan dorongan lebih lanjut untuk menciptakan iklim investasi yang benar-benar kondusif,” ujar Leny di Ruang kerjanya, Selasa (5/11/2024).
Sebagai upaya meningkatkan kepastian hukum, pemerintah daerah telah menerbitkan sejumlah peraturan daerah yang mengatur tentang kemudahan berinvestasi. Perda ini menjadi landasan hukum bagi para investor agar mendapatkan perlindungan dalam menjalankan usaha mereka di Kutai Timur. Selain itu, perda ini juga memuat berbagai insentif yang bertujuan untuk menarik minat investor agar dapat berkontribusi pada pembangunan daerah.
Menurut Leny, peraturan daerah ini mencakup berbagai aspek kemudahan investasi, mulai dari proses perizinan yang dipercepat, penyediaan lahan untuk investasi, hingga penjaminan keamanan bagi pelaku usaha. Dengan adanya perda ini, diharapkan proses investasi dapat berjalan lebih lancar, dan para investor akan merasa lebih nyaman untuk mengembangkan usahanya di Kutai Timur.
“Kami dari DPRD mendukung penuh langkah pemerintah dalam menyusun dan menerapkan perda tentang investasi ini. Namun, kita tidak boleh hanya berhenti pada regulasi saja. Harus ada implementasi yang jelas dan konsisten sehingga para investor benar-benar merasa terlindungi secara hukum,” tegas Leny.
Meskipun pemerintah telah berupaya mempermudah regulasi, Kutai Timur masih menghadapi berbagai tantangan dalam menarik minat investor. Salah satu kendala yang dihadapi adalah infrastruktur yang belum memadai di beberapa wilayah, yang membuat akses menuju lokasi-lokasi strategis untuk investasi menjadi terbatas. Selain itu, adanya ketidakpastian terkait penyelesaian sengketa lahan juga menjadi tantangan bagi investor yang hendak menanamkan modal di sektor perkebunan dan tambang.
“Kepastian hukum dalam penyelesaian sengketa lahan harus benar-benar ditegakkan. Ini merupakan salah satu hal yang dikeluhkan oleh investor, karena mereka ingin memiliki kejelasan hukum terkait lahan yang akan mereka kembangkan,” kata Leny.
Leny berharap pemerintah daerah bekerja sama dengan pihak-pihak terkait untuk mengatasi kendala tersebut. Menurutnya, jika permasalahan infrastruktur dan sengketa lahan dapat diselesaikan, Kutai Timur memiliki peluang besar untuk menarik investasi lebih banyak, yang pada akhirnya akan berdampak positif pada perekonomian daerah.
Dalam upaya meningkatkan investasi di Kutai Timur, Leny menyatakan bahwa DPRD akan terus mendesak pemerintah daerah untuk bersikap lebih proaktif. Hal ini penting agar para investor tidak hanya tertarik datang, tetapi juga memiliki komitmen jangka panjang untuk mengembangkan usahanya di Kutai Timur. Untuk itu, DPRD akan memperketat pengawasan terhadap pelaksanaan perda tentang kemudahan investasi.
“Kami ingin pemerintah daerah lebih proaktif dalam mengawal setiap proses investasi. Jangan sampai perda hanya menjadi aturan di atas kertas tanpa implementasi yang nyata. Selain itu, perlu ada sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, dinas terkait, dan para pelaku usaha agar iklim investasi di Kutai Timur semakin kondusif,” tambahnya.
Dengan adanya investasi yang stabil dan didukung oleh regulasi yang jelas, Leny optimis bahwa Kutai Timur akan mengalami pertumbuhan ekonomi yang signifikan. Ia mengungkapkan harapannya agar sektor-sektor unggulan seperti pertambangan, perkebunan, dan industri pengolahan dapat berkembang lebih pesat dengan adanya kehadiran investor yang memiliki komitmen jangka panjang.
Selain menciptakan lapangan pekerjaan baru, investasi juga diharapkan dapat meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) sehingga dapat digunakan untuk membangun infrastruktur yang lebih memadai di Kutai Timur. Dengan begitu, pembangunan akan menjadi lebih merata dan kesejahteraan masyarakat dapat meningkat secara berkelanjutan.
“Kami berharap investasi yang masuk tidak hanya mendatangkan keuntungan bagi pelaku usaha, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat Kutai Timur secara keseluruhan. Ini adalah bentuk tanggung jawab bersama untuk memajukan daerah kita,” ucap Leny.
Leny menegaskan, DPRD akan terus mengawasi setiap tahapan pelaksanaan investasi di Kutai Timur agar berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Ia menekankan pentingnya pengawasan yang berkelanjutan agar perda yang telah disusun dapat diimplementasikan dengan baik, dan para investor dapat merasakan perlindungan hukum yang dijanjikan.
“Kami tidak hanya akan mengawasi dari segi anggaran saja, tetapi juga akan memastikan bahwa setiap proyek yang dilakukan oleh investor sesuai dengan perencanaan dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. Jika ada pelanggaran, tentu akan kami tindak sesuai prosedur yang berlaku,” ujarnya.
Leny juga berharap pemerintah dapat menindaklanjuti setiap keluhan dan aspirasi yang disampaikan oleh para investor, sehingga mereka merasa diperhatikan dan didukung dalam mengembangkan usahanya di Kutai Timur.
Dengan dukungan dari berbagai pihak, Leny optimis bahwa Kutai Timur akan mampu menjadi daerah yang ramah bagi para investor. Ia berharap, dengan kepastian hukum yang jelas, Kutai Timur dapat terus menarik investasi yang berkualitas dan mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat.
“Kami di DPRD akan terus berjuang untuk menciptakan iklim investasi yang aman dan stabil. Kami yakin, jika semua pihak dapat bekerja sama, Kutai Timur akan menjadi salah satu daerah yang paling menarik bagi para investor di Indonesia,” tutupnya. (adv/dprd kutim)
