SAMARINDA – Anggaran Pilkada Kaltim 2024 tercatat Rp 1,2 Triliun. Tentu ini merupakan angka sepadan untuk menghasilkan kepala daerah yang berkualitas. Karena itu, besarnya anggaran ini diminta Plh Kepala Badan Kesbangpol Kaltim Ahmad Firdaus Kurniawan agar tidak sia-sia. Dirinya mengajak pemilih pemula berpartisipasi memberikan hak suaranya.
Demikian ia sampaikan dalam seminar pendidikan politik dini di Hotel Fugo, Samarinda, Minggu 17 November 2024. Dalam kegiatan ini, seratusan peserta yang berasal dari kalangan pemilih pemula antusias menyimak paparan narasumber. Selain dari Kesbangpol Kaltim, hadir juga Komisioner KPU Kaltim Ramaon D Saragih, praktisi politik Rusman Ya’qub, dan akademisi Elvyani NH Gaffar.
Ahmad Firdaus menyebut, usia 17 hingga 40 tahun merupakan suara terbesar sebagai Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Kaltim. Besarnya persentase ini, tentu sangat direbutkan para kontestan Pilkada di Kaltim 2024. Terkait itu, diharapkan adanya upaya dari pemerintah untuk mengarahkan para pemilih pemula ini sebagai agen demokrasi.
“Pada Pilkada 2020, warga yang memberikan hak suaranya terbilang kecil. Secara rata-rata, di Kaltim hanya 61% dari jumlah DPT yang memberikan suaranya. Balikpapan dan Kukar juga termasuk terendah, yakni hanya 58% saja,” terangnya.
Legitimasi dan kredibilitas paslon yang maju dinilai kurang memadai. Sehingga menyebabkan partisipasi pemilih turut berpengaruh. Besarnya angka golput merupakan fenomena demokrasi. Namun, dengan anggaran yang fantastis,
harusnya secara signifikan bisa tingkatkan partisipasi pemilih.
“Mari kita semua gunakan hak suara. Agar menghasilkan pemimpin yang kredibel dan berkualitas,” tutupnya. (adv/diskominfo kaltim)
