10 Tahun Jokowi Pegang Indonesia, Sudah Berbuat Apa Saja?

Adapun rapor biru pemerintahan Jokowi:

  1. Sosial Budaya: sangat puas/cukup puas 83,6%, kurang puas/tidak puas sama sekali 13,1%, selisih 70,5%.
  2. Keamanan: sangat puas/cukup puas 73,0%, kurang puas/tidak puas sama sekali 24,5%, selisih 48,5%.
  3. Internasional: sangat puas/cukup puas 72,4%, kurang puas/tidak puas sama sekali 13,2%, selisih 59,2%.
  4. Kesejahteraan guru dan PNS: sangat puas/cukup puas 61,3%, kurang puas/tidak puas sama sekali 19,4%, selisih 41,9%.
  5. Ekonomi: sangat puas/cukup puas 59,4%, kurang puas/tidak puas sama sekali 38,8%, selisih 20,6%.
  6. Menyediakan sembako: sangat puas/cukup puas 58,6%, kurang puas/tidak puas sama sekali 39.7%, selisih 18,9%.
  7. 7.Politik: sangat puas/cukup puas 54,3%, kurang puas/tidak puas sama sekali 33,3%, selisih 21,0%.
  8. Penegakan hukum: sangat puas/cukup puas 53,8%, kurang puas/tidak puas sama sekali 42,9%, selisih 10,9%.

Sementara itu, rapor merah pemerintahan Jokowi ada tiga. Salah satunya adalah kesejahteraan petani, buruh, dan nelayan. Berikut rinciannya:

  • Kesejahteraan petani, buruh, nelayan: sangat puas/cukup puas 42,6%, kurang puas/tidak puas sama sekali 51,4%, selisih -8,8%.
  • Mengurangi Kemiskinan: sangat puas/cukup puas 41,5%, kurang puas/tidak puas sama sekali 56.5%, selisih -15,0%.
  • Membuka Lapangan Kerja: sangat puas/cukup puas 38.3%, kurang puas/tidak puas sama sekali 59,5%, selisih -21,2%.

Jokowi Bilang, Ekonomi Indonesia Membaik Usai Pilpres 2024

Di iklim demokrasi, penilaian bebas diberikan siapa saja. Meski ada rapor merah yang diberikan kepada Presiden Jokowi, namun dirinya punya pandangan sendiri. Dari data yang ia pegang, ia membeberkan bahwa ekonomi Tanah Air malah membaik usai Pilpres 2024.

Dalam satu agenda Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yakni Pertemuan Industri Jasa Keuangan Tahun 2024 di Ballroom The ST. Regist, Jakarta, Selasa (20/2/2024), Jokowi melaporkan kondisi perekonomian terkini. Menurutnya, di tingkat permodalan permodalan perbankan mencapai 27,69%. Ini di atas negara-negara di kawasan, kredit perbankan juga masih bisa tumbuh di double digit, di 10%, [naik] 38% year-on-year, ini juga di atas level pra pandemi Covid-19.

Jokowi mengatakan ekonomi indonesia juga tumbuh masih sangat baik, yaitu 5,05% pada 2023. Selain itu, dia mengatakan laju inflasi Indonesia juga terkendali dan terjaga di level 2,57%. Cadangan devisa Indonesia masih di kisaran US$145 miliar. Neraca dagang RI pun mencetak surplus US$36 miliar atau kira-kira Rp570 triliun.

Meski demikian, Jokowi mengingatkan bahwa situasi geopolitik global masih tetap kurang kondusif yang disebabkan oleh perang masih berjalan di sejumlah negara. (*)

POPULER
Search