PASER – Ancaman Penyakit Busuk Pangkal Batang yang disebabkan oleh Ganoderma boninense menjadi masalah serius bagi petani sawit. Untuk menangkal dampak penyakit ini, UPTD Pengembangan Perlindungan Tanaman Perkebunan (P2TP) Kabupaten Paser melaksanakan sosialisasi bertajuk “Pengendalian OPT Ramah Lingkungan” di Desa Padang Jaya, Kecamatan Kuaro.
Sebanyak 25 perwakilan dari Koperasi Unit Desa (KUD), kelompok tani (Poktan), dan gabungan kelompok tani (Gapoktan) Kecamatan Kuaro terlibat dalam acara ini. Kegiatan ini dirancang sebagai respon proaktif terhadap laporan serangan ganoderma yang diterima dari Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Paser.
Dalam sambutannya, Kepala UPTD P2TP, Ruspiansyah, menekankan urgensi pengendalian hama yang berkelanjutan untuk memastikan ketahanan produksi perkebunan sawit. Ruspiansyah menyatakan bahwa pendekatan ini tidak hanya mendukung keberhasilan ekonomi petani, tetapi juga melindungi lingkungan.
Sosialisasi ini memfokuskan pada metode biopori menggunakan Agens Pengendali Hayati (APH), seperti Trichoderma spp. dalam bentuk cair. Metode ini menawarkan alternatif yang lebih ramah lingkungan dalam pengendalian ganoderma, tanpa menciptakan dampak negatif bagi ekosistem.
“Melalui penggunaan APH, kami berharap dapat mencegah penyebaran ganoderma dengan cara yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Petani diberikan pilihan solusi yang lebih baik,” ujar Ruspiansyah.
Teknik biopori diharapkan tidak hanya menjaga keberlanjutan produksi sawit tetapi juga memperbaiki kualitas tanah. Peserta juga diajak untuk praktik langsung di lapangan, guna memahami penerapan metode ini secara lebih mendalam.
Antusiasme peserta terlihat meningkat saat mereka melakukan praktek pengendalian ganoderma yang lebih aman dan efisien. Sebagai hasil dari pertemuan tersebut, peserta sepakat akan pentingnya pelatihan lanjutan untuk menciptakan bahan pengendali secara mandiri.
Sebagai langkah konkret, mereka juga merancang “Gerakan Pengendalian” yang melibatkan kolaborasi berbagai pihak. Gerakan ini diharapkan menjadi solusi efektif dalam melawan ganoderma, penyakit yang kerap menjadi ketakutan bagi petani sawit, sekaligus memperkuat jaringan kerjasama antara petani dan instansi pemerintahan terkait. (adv/diskominfo kaltim)
