SAMARINDA – Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menyiapkan peringatan Hari AIDS Sedunia 2024 dengan rapat koordinasi bersama pada Rabu (6/11/2024) di Kantor Gubernur Kaltim. Kegiatan ini digelar untuk merumuskan rencana acara yang diproyeksikan menarik bagi berbagai kalangan, terutama generasi muda.
Mengusung tema global “Take the Rights Path” serta tema nasional “Hak Setara untuk Semua, Bersama kita Bisa”, KPAD Kaltim berharap momentum ini menjadi ajang penting untuk meningkatkan kesadaran akan hak-hak penderita HIV/AIDS. Ketua KPAD Kaltim, Asmuran, menyebutkan bahwa rangkaian kegiatan akan berlangsung sejak akhir November hingga awal Desember, dengan konsep “Edutainment” yang menggabungkan edukasi dan hiburan.
“Ini adalah bentuk komitmen kita terhadap upaya-upaya penanggulangan HIV/AIDS di Kaltim. Kita ingin menyuarakan pesan-pesan HIV/AIDS sesuai tema dan menyampaikan empat pesan kunci pada peringatan tahunan,” kata Asmuran.
Keempat pesan tersebut menyoroti hak akses terhadap layanan kesehatan yang setara, hak mendapatkan informasi komprehensif, perlindungan hukum, serta kesetaraan dalam pendidikan dan pekerjaan.
Sebagai sasaran utama, kegiatan ini akan menyentuh generasi Gen Z dan milenial, yang dinilai memiliki pengaruh besar untuk menyebarluaskan pemahaman serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS. “Melalui pendekatan yang lebih interaktif dan menarik, diharapkan dapat menjangkau mereka secara efektif, memberikan pemahaman yang lebih mendalam, dan menumbuhkan kesadaran tentang hak-hak dasar yang harus diperjuangkan untuk setiap individu yang terdampak HIV/AIDS,” tambah Asmuran.
Rapat ini juga mempertegas pentingnya kerja sama antara pemerintah, LSM, dan komunitas lokal guna menciptakan lingkungan yang lebih peduli dan bebas stigma bagi penderita HIV/AIDS di Kaltim. KPAD berharap peringatan ini dapat menjadi momentum untuk memperkuat kebijakan yang menghormati hak asasi manusia, membuka peluang hidup lebih baik bagi penderita, dan memperluas pemahaman masyarakat dalam mendukung mereka. (adv/diskominfo kaltim)
