SAMARINDA – Wakil Ketua Komisi II DPRD Kaltim, Sapto Setyo Pramono, mendorong pemerintah provinsi agar segera mengambil langkah konkret dalam pemanfaatan Hotel Atlet di kawasan GOR Kadrie Oening, Samarinda. Hal ini ia sampaikan saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) bersama Komisi II beberapa waktu lalu.
Hotel delapan lantai yang memiliki 273 kamar itu sebelumnya dibangun untuk PON 2008 dan sempat terbengkalai selama 14 tahun. Pada 2024, bangunan tersebut direvitalisasi menggunakan anggaran sebesar Rp 111,2 miliar untuk mendukung pelaksanaan MTQ Nasional. Namun, hingga kini pemanfaatannya masih belum jelas. Sapto menekankan pentingnya penerapan retribusi sebagai dasar langkah awal pemanfaatan hotel yang kini sudah berubah status dari wisma.
“Lakukan dulu sesuai tarif, baru dilakukan perubahan menyusul. Jadi terapkan yang ada dulu retribusi, maka dari hasil itu baru menyesuaikan. Misalkan, tarif obyektif ini harganya sekian karena sudah berubah wujud dari wisma menjadi hotel,” tegas Sapto.
Menurutnya, dengan menerapkan tarif yang sesuai terlebih dahulu, pemerintah bisa mendapatkan pijakan awal untuk mengelola hotel tersebut secara bertahap tanpa harus menunggu semua regulasi diselesaikan di awal.
Sapto menilai, kondisi bangunan sudah cukup baik dan siap dimanfaatkan. Ia menegaskan bahwa tidak boleh ada proyek bernilai miliaran rupiah yang justru kembali terbengkalai karena lambannya pengambilan keputusan.
Sapto berharap Pemprov Kaltim segera merumuskan langkah taktis agar Hotel Atlet dapat dimanfaatkan secara optimal, baik sebagai fasilitas penginapan, aset daerah, maupun peluang peningkatan pendapatan dari sektor retribusi. (adv/dprd kaltim)
