SAMARINDA – Mungkin belum semua Generasi Z (Gen-Z) yang melek politik. Selain sebagai pemilih pemula, kesibukan keseharian bisa jadi penyebab mereka kurang paham akan dunia politik. Dalam seminar pendidikan politik dini garapan Kesbangpol Kaltim, Rusman Ya’qub sebagai salah satu narasumber memberikan pemahaman soal itu.
Dalam pemaparannya, Rusman menceritakan pengalamannya sebagai legislator. Dia menekankan, kehidupan kita sebagai warga negara tak lepas dari politik. Berbagai kebijakan di negeri ini, merupakan produk dari politik. Karenanya, politik itu penting yang jangan sampai diabaikan.
“Apa yang kita lakukan dalam berpolitik, akan menentukan masa depan bangsa kita di 5 hingga 25 tahun ke depan,” ujarnya kepada peserta.
Lantas, dirinya mengarahkan para peserta untuk menggunakan hak suaranya. Meski tidak memilih atau golput juga hak dalam demokrasi, namun sebaiknya hak itu tidak dijadikan pilihan. Sebab satu suara sangat penting untuk menghasilkan pemimpin masa depan sesuai keinginan rakyat banyak.
Dirinya juga mengajak peserta untuk tolak kampanye politik hoaks dan kampanye money politic. Menurutnya, produk Pilkada busuk diawali dari pemilih busuk juga. Untuk menghindari itu, pemilih diharapkan tegas untuk menolak pemberian dari paslon.
“Pilihlah yang menurut kalian bagus. Karena itu, pelajari tiap paslon. Cek profil dan kemampuannya,” imbuh Rusman.
Kondisi politik saat awal ia maju memang beda dengan sekarang. Dulu, ungkapnya, tidak ada yang istilah money politic atau sejenisnya. Partai lebih mengedepankan kemampuan para kadernya untuk dipilih sebagai legislator. Kader mana yang dinilai partai mampu, dialah yang dipilih. Sebab, hanya kader berkualitas yang dianggap mampu berjuang ketika menjadi wakil rakyat.
Untuk membentuk karakter dan kemampuan, ia menyarankan kepada peserta untuk aktif berorganisasi. Namun, tidak melupakan tugas utama belajar sebagai mahasiswa.
“Utamakan kuliah, jangan terlalu menyita waktu berorganisasi. Kalian tidak bisa melihat hasil dari berorganisasi di saat ini, melainkan 5 atau 10 tahun ke depan,” pesannya. (adv/diskominfo kaltim)
