RPA Kaltim Dilantik, Siap Jadi Rujukan Layanan Bagi Perempuan dan Anak

Foto bersama pengurus Rumah Perempuan dan Anak (RPA) Kaltim usai pelantikan.
istimewa
Foto bersama pengurus Rumah Perempuan dan Anak (RPA) Kaltim usai pelantikan.

SAMARINDA. Sebuah lembaga yang konsen terhadap persoalan-persoalan perempuan dan anak kini hadir di Kalimantan Timur. Rumah Perempuan dan Anak (RPA) Kaltim baru saja menggelar pelantikan pengurus propinsi Kaltim, Minggu 19 Maret 2023 di Hotel Grand Jamrud I Jalan Pirus Samarinda.

Ketua RPA Kaltim, Yeni Cahya Sukamto mengatakan, jika RPA Kaltim menempatkan posisinya sebagai mitra kritis dan kolaborator sejumlah lembaga pemerintahan daerah, seperti Dinas Kependudukan, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A), serta Dinas Sosial.

“Kami siap menjadi mitra strategis, kritis sekaligus menjadi kolaborator bagi pemerintah daerah khususnya dinas terkait yang menjadi ruang lingkup garapan kami di RPA ini,” tukas aktivis perempuan berhijab ini.

Kepengurusan RPA sendiri dilantik oleh Kepala Bidang Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial, Dinas Sosial Provinsi Kaltim, Doni Zulfiansyah.

Sementara itu dalam kesempatan sambutan ia mengatakan, terbentuknya Rumah Perempuan dan Anak (RPA) diharapkan mampu menjadi rujukan informasi dan pengetahuan bagi masyarakat, khususnya perempuan dan anak.

“Berkenaan dengan isu perempuan dan anak, dapat menjadi rujukan bagi masyarakat untuk akses layanan kosultasi. Kemudian lembaga ini mampu menjadi media perlindungan dan pemberdayaan perempuan dan anak, menjadi lembaga yang memberikan dukungan bagi perempuan dan anak untuk meminimalisir berbagai bentuk kekerasan perempuan dan anak serta menjadi lembaga yang memberikan advokasi terhadap pelanggaran hak-hak perempuan dan anak,” urainya.

Dalam rangkaian pelantikan pengurus, juga digelar dialog publik dengan menghadirkan narasumber praktisi dan akademisi. Diantaranya, tokoh perempuan dan mantan birokrat Kaltim Hj. Meiliana, anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Hj. Puji Setyowati Jaang, Ketua LBH Ansor Kaltim, Rusdiono serta akademisi dari Unmul, Unis Sugena. Sedangkan tema diskusi mengetengahkan judul “Perempuan dalam Narasi Pembangunan Kalimantan Timur”. (rls/nk)

POPULER
Search