SAMARINDA – Isu mengenai penggantian seragam sekolah setelah Lebaran 2024 yang dilontarkan oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim, telah mendapatkan tanggapan dari Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) III Samarinda, Subandi melalui panggilan telepon oleh media ini, Kamis 25 April 2024.
Subandi menyatakan dukungannya terhadap upaya penyempurnaan aturan seragam sekolah yang beredar dalam rumor itu.
“Memperbaiki aturan itu adalah langkah positif, asal jangan sampai mengganggu ketentraman,” ujar Subandi.
Namun, ia menyoroti tentang rencana perubahan total yang disebut dalam rumor tersebut. Menurutnya, perubahan drastis pada seragam sekolah mungkin tidak tepat.
Alasan utamanya adalah kekhawatiran akan beban ekonomi yang mungkin ditimbulkan bagi orang tua siswa, terutama di daerah terpencil. Subandi mengkritik bagian rumor yang menyarankan penggunaan pakaian adat sebagai seragam baru.
“Meski ide ini terdengar menarik, ini akan memberatkan, terutama karena biaya pakaian adat yang relatif mahal dan mungkin tidak terjangkau bagi keluarga dengan kondisi ekonomi menengah ke bawah di daerah terpencil,” ucapnya.
Mengingat potensi dampak ekonomi tersebut, Subandi menegaskan perlunya peninjauan ulang atas rencana ini jika rumor tersebut benar adanya.
“Perubahan yang besar harus dipertimbangkan dengan matang, terutama dampaknya pada masyarakat luas,” tambahnya.
Subandi berharap bahwa setiap kebijakan baru, khususnya yang berkaitan dengan pendidikan, dapat mengakomodasi kebutuhan dan kondisi semua pihak yang terlibat. (adv/yud/dprd samarinda)
