Mengintip Aktifitas KUTU, Komunitas Motor Vespa Samarinda

Kopdar, salah satu agenda rutin KUTU Vespa Samarinda.

SAMARINDA. Siapa yang tidak kenal motor Vespa? Tipe kendaraan roda dua yang hingga kini masih eksis di ruas jalan dan dimiliki berbagai kalangan dan lintas usia. Di Samarinda sendiri ada wadah berkumpulnya pencinta motor asal Italia ini, namanya KUTU Vespa Samarinda.

KUTU Vespa Samarinda lahir pada tanggal 17 Apil 2015, diinisiasi oleh Denny Irfandy dan diketuai oleh Robhi Saputra.

KUTU sendiri ialah singkatan, “Ketika Usia Tak menjadi Urusan”, berpusat di Jakarta dan menyebar ke seluruh Indonesia, termasuk di Samarinda.

“KUTU lahir dan besar di Samarinda tanpa mengenal usia. Anggota KUTU sekitar 45 orang dari yang masih SMA sampai ada yang sudah punya cucu dan wajib mempunyai SIM C,” ujar Robhi.

Kegiatan-kegiatan yang rutin dilakukan KUTU berkisar kopdar (kopi darat) setiap minggu untuk terus merekatkan silaturahmi antar anggota. Selain kegiatan rutin, KUTU juga kerap menggelar bakti sosial dan safety riding kepada pengguna jalan bagi pengendara motor.

“Selain kopdar, aksi sosial & kampanye safety riding, biasanya KUTU menghadiri acara Wadah Bedapat Scooter Kaltim & Kaltara (WBSK), dan Parade Scooter Borneo (PSB),” ujar Robhi Saputra selaku Ketua KUTU Vespa Samarinda.

Untuk diketahui WBSK & PSB ialah acara rutin komunitas anak-anak Vespa Kaltim-Kaltara bahkan Kalimantan. Acara tersebut sebagai ajang silaturahmi anak vespa yang paling di tunggu, pesertanya terkadang datang dari luar pulau kalimantan.

WBSK sendiri terselenggara setiap 3 bulan sekali, sedangkan PSB diadakan setiap 6 bulan sekali.

Logo KUTU Vespa Samarinda, sangat erat dengan ikon kota Samarinda yakni ikan pesut dan batik khas Kalimantan.

Diutarakan Robhi, biasanya di acara tersebut banyak games dan jamming band-band reggae dan SKA yang sangat akrab dengan Vespa. Selain itu di puncak acara akan diadakan musyawarah mufakat ketua-ketua klub untuk mengetahui kota mana yang selanjutnya diadakan WBSK & PSB.

Minat terhadap Vespa di kota Samarinda nampaknya masih tinggi. Bahkan kita masih bisa menemui Vespa model jadul berseliweran di jalan kota di Samarinda. Tentu ada juga vespa keluaran teranyar yang kini menjadi trend bagi anak-anak muda di Samarinda.

Vespa masih menjadi incaran kalangan muda maupun tua. Bahkan mereka rela merogoh kocek agak dalam untuk mendapatkan 1 unit Vespa tersebut.

Vespa pertama kali masuk ke Indonesia pada tahun 1950. Diketahui pula Vespa pernah dipilih menjadi hadiah untuk tentara kita pada saat itu, menjadi simbol penghormatan terhadap Kontingen Garuda Tentara Nasional Indonesia yang bertugas di Kongo sebagai Pasukan Penjaga Perdamaian.

Dilangsir dari naikmotor.com, harga Vespa di acara Indonesia Scooter Festival (ISF) pada tahun 2020 silam, ada Vespa yang memiliki harga bombastis, yakni mencapai angka 900 juta rupiah. Ia adalah Vespa jenis V30 atau lebih familiar dengan sebutan Douglas, produksi Inggris pembuatan 1951. Vespa tersebut memang sangat langka, hanya ada 50 unit di Indonesia.

“Anggota KUTU sendiri biasanya ada yang memiliki Vespa lebih dari 1 unit. Bahkan Denny Irfandi memiliki Vespa 10 unit,” ungkap Robhi.

Dirinya berpesan kepada seluruh pengguna kendaraan bermotor agar selalu menaati rambu lalu lintas. Satu Vespa Sejuta Saudara, Salam berkendara aman & jauhkan perbedaan,” tutup Robhi. (yd/nk)

POPULER
Search