SKAwan, Eksistensi Komunitas Pencinta Musik Ska di Samarinda

SKAwan Samarinda, komunitas yang eksis mengenalkan genre musik Ska di kalangan generasi muda Kota Tepian.
istimewa
SKAwan Samarinda, komunitas yang eksis mengenalkan genre musik Ska di kalangan generasi muda Kota Tepian.

SAMARINDA. Komunitas musik Ska, genre musik dari Jamaika yang lahir pada tahun 1950 dan merupakan pendahulu musik rockstedy dan reggae, kini telah eksis di Kota Samarinda dengan nama SKAwan.

SKAwan Samarinda sendiri diketahui hadir mewarnai komunitas musik lainnya di Kota Tepian yakni 17 April 2016. Kepada media ini, salah seorang penggagas komunitas ini, Yudi Adi Prabowo menyebutkan jika eksistensi penggemar musik Ska di Samarinda lumayan banyak.

“Hadirnya komunitas SKAwan menjadi warna tersendiri untuk musik di Samarinda,” sebutnya.

Logo SKAwan Samarinda yang kental dengan simbol-simbol Kota Tepian dan Yudi Adi Prabowo, salah seorang penggagas komunitas ini.
istimewa
Logo SKAwan Samarinda yang kental dengan simbol-simbol Kota Tepian dan Yudi Adi Prabowo, salah seorang penggagas komunitas ska ini.

Ia menjelaskan jika Ska masuk ke industri musik Indonesia sekitar tahun 1980. Namun menurut Yudi, genre musik ini baru populer dan familiar di telinga masyarakat Indonesia sekitar tahun 1990an. Adapun band-band Ska yang mempopulerkan genre ini diantaranya TIPE-X, Shaggydog dan lainya.

SKAwan Samarinda selain menjadi wadah berkumpulnya komunitas penyuka musik Ska, juga menjadi wadah kegiatan sosial masyarakat.

“Selain event-event musik Ska, masih banyak agenda yang biasa anak-anak SKAwan jalankan, seperti kopdar, galang dana, dan aksi sosial lainnya. Apalagi pada waktu bulan puasa seperti ini, biasanya kami akan mengadakan galang dana yang seratus persen uangnya kami salurkan ke panti asuhan. Biasanya kami adakan juga buka puasa bersama anak-anak yatim piatu, dan memberikan takjil di jalan bagi pengendara bermotor di waktu dekat berbuka,” ujar Yudi. (nk)

Search