LBH Ansor Kaltim Ajak Pelajar Bendung Penyebaran Hoax dan Hate Speech

SAMARINDA. Bahaya hoax dan hate speech di media sosial masih menjadi momok yang harus dibendung penyebarannya. Selain dapat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat, lebih dari itu dapat mengancam keutuhan bangsa.

Dalam upaya menangkal bahaya hoax dan hate speech di media sosial, LBH Ansor Kaltim (20/7/22), menggelar kegiatan penyuluhan hukum di hadapan pelajar madrasah Aliyah An-Nur, Lempake, Samarinda.

Penyuluhan hukum kali ini, LBH Ansor Kaltim menyampaikan materi bahaya penyebaran berita hoax dan ujaran kebencian di media sosial.

Penyuluhan hukum yang digelar secara interaktif mendapat sambutan antusias pelajar. Para pelajar tidak hanya mendengarkan materi penyuluhan, tetapi diajak langsung untuk mengenal ciri-ciri berita hoax dan informasi yang mengandung hate speech.

“Sebagai pelajar harus mulai mengenal bahaya penyebaran berita hoax dan ujaran kebencian. Sebab saat ini arus berita dan informasi di media sosial begitu banyak. Jadi kita harus bisa tahu soal kebenaran berita dan informasi yang dibaca,” ujar Guntur Pribadi dihadapan puluhan pelajar yang hadir.

Agar tidak terjebak berita hoax dan pengaruh ujaran kebencian, tambah Guntur, hendaknya sebagai pelajar harus mulai tahu cara mengecek sumber berita dan siapa yang menyampaikannya. “Apakah berita dan informasinya yang didapat ada kebenaranya atau sebaliknya.”

Guntur, yang merupakan pegiat hukum LBH Ansor Kaltim, dihadapan media mengatakan, terhadap penyuluhan hukum terkait bahaya penyebaran berita hoax dan hate speech yang digelar dihadapan para pelajar adalah bertujuan sebagai edukasi serta pengetahuan agar sejak dini para pelajar dapat memiliki pengetahuan mengenai bahaya penyebaran berita hoax, hate speech dan sanksi hukum bagi pelakunya.

“Ikhtiar menangkal bahaya hoax dan hate speech harus dikenalkan ke para pelajar sejak dini, agar pelajar generasi masa depan dapat ikut berperan membendungnya, terutama dalam mencegah dampak buruknya terhadap kehidupan bangsa yang beragam di negeri ini.” (rls/nk)

POPULER
Search