TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menggalang sinergi dengan Kader Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD) dan Penyuluh Keluarga Berencana (KB) guna mempercepat penurunan angka stunting di wilayahnya. Melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB), inisiatif ini menjadi upaya konkret untuk memperkuat Program Bangga Kencana dan memberikan dukungan penuh bagi peningkatan kualitas hidup di tingkat desa dan kelurahan.
Menurut Arianto, Kepala DP2KB Kabupaten Kukar, kolaborasi ini memiliki peran strategis untuk mengoptimalkan kontribusi Institusi Masyarakat Perdesaan/Perkotaan (IMP). “Kegiatan ini bertujuan memperkuat IMP di Kukar agar efektif dalam menjalankan Program Bangga Kencana dan mendukung percepatan penurunan stunting, sebagaimana tertuang dalam Keputusan Kepala BKKBN Nomor 84/Kep/G3/2024,” kata Arianto dalam acara Revitalisasi IMP di Hotel Harris Samarinda, Senin (4/11/2024).
Arianto menekankan bahwa IMP menjadi wadah partisipasi masyarakat di desa dan kelurahan, mendukung program dengan pendampingan dan sosialisasi intensif oleh Kader PPKBD sebagai garda terdepan di lapangan. “Keberhasilan program ini sangat bergantung pada peran aktif masyarakat, khususnya di tingkat desa/kelurahan. Kader PPKBD/ Sub PPKBD dan Kelompok KB adalah kunci penggerak utama dalam menyosialisasikan program dan melakukan pendampingan keluarga,” jelasnya.
Dengan revitalisasi IMP ini, setiap desa dan kelurahan di Kukar ditargetkan memiliki IMP Bangga Kencana, serta sub IMP di tingkat dusun atau RW. Setiap RW diharapkan dapat membentuk minimal tiga kelompok pendukung (Poktan) dan satu kelompok KB di setiap RT. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat akar pelaksanaan program dan memperluas jangkauan advokasi pencegahan stunting hingga ke tingkat keluarga. (adv/diskominfo kaltim).
