Kementerian Pertanian Kembangkan Food Estate Seluas 1500 Hektare di PPU

Presiden Jokowi, saat meninjau kawasan pembibitan Rumpin, Jawa Barat. (foto: dok. Biro Pers Setpres)

SAMARINDA. Kesiapan pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) terus dilakukan. Semua sisi yang ada disiapkan. Salah satunya sektor pangan. Untuk itu, Kementerian Pertanian mengembangkan food estate atau program menjaga ketahanan pangan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Program ini untuk menyongsong Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara yang direncanakan pindah mulai 2024.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Penajam Paser Utara, Mulyono mengatakan, food estate adalah program Kementerian Pertanian sebagai usaha pengembangan kawasan lumbung pangan agar lebih maju dan mandiri.

Pembinaan di tiga desa untuk pengembangan food estate di Kabupaten Penajam Paser Utara telah dilakukan penyuluhan maupun langsung oleh Dinas Pertanian setempat. Potensi lahan untuk mengembangkan food estate di wilayah Penajam Paser Utara tersebut dipetakan dan tersebar di Desa Gunung Mulia, Gunung Intan dan Desa Sebakung Jaya.

“Potensi sesuai jatah luas lahan pengembangan food estate pertama dipetakan dan sudah disiapkan di tiga desa. Luas lahan yang dikembangkan 1.500 hektare, dan diharapkan dapat bertambah luas,” kata Mulyono, dikutip dari Antara Jumat (25/3/2022).

Kabupaten Penajam Paser Utara pada tahun pertama menyiapkan sekitar 1.500 hektare lahan pertanian khusus tanaman padi untuk pengembangan food estate.

Pada tahun ini (2022) merupakan tahun pertama pengembangan program food estate dari Kementerian Pertanian di PPU. Saat ini proses pengembangan food estate memasuki perjanjian kerja sama dengan sejumlah pihak terkait.

Pembiayaan untuk mengembangkan food estate jelas Mulyono, ditanggung pemerintah pusat, pemerintah provisi, pemerintah kabupaten dan pihak swasta sesuai perjanjian kerja sama.

Food estate merupakan kegiatan prioritas nasional, terutama mendukung percepatan pembangunan IKN Indonesia baru bernama Nusantara di Kaltim. (nk/adv/diskominfokaltim)

POPULER
Search