SAMARINDA. Jalur Jalan Sultan Alimuddin persisnya di Gunung Manggah menjadi akses utama bagi warga Sambutan yang hendak ke wilayah Samarinda Kota. Seiring waktu dengan penambahan jumlah kendaraan, area tersebut tak pelak menjadi tumpukan kemacetan. Terutama di jam-jam kerja.
Kondisi kemacetan akan diperparah lagi jika terjadi kendaraan berukuran besar yang mogok di Gunung Manggah. Seperti yang belum lama ini terjadi, sebuah tronton pengangkut alat berat mogok.
Allhasil, kemacetan panjang tak terhindari. Warga dari dan yang menuju arah Sambutan, meski memutar jauh melintasi Jembatan Mahkota II. Tentu, ini sangat tak efektif dan efisien bila dikaitkan dengan produktivitas warga.
Karena itu, proyek terowongan yang mulai digarap Pemkot Samarinda, diharapkan jadi solusi.
Dan pengerjaan proyek ini pun mendapat dukungan dari legislatif. Salah satunya dari Anggota Komisi III DPRD Samarinda Eko Elyasmoko.
Dirinya berharap, kehadiran terowongan tersebut bermanfaat bagi warga. Khususnya mengurai kemacetan. Dan yang tak kalah penting, terowongan ini bisa membuat aman, nyaman, dan mengurangi risiko kecelakaan di Gunung Manggah. (nk/adv/dprdsamarinda)
