IPNU–IPPNU Siap Kawal Pelajar Kaltim dari Radikalisme dan Narkoba

SAMARINDA – Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kalimantan Timur menunjukkan keseriusannya dalam mengambil peran strategis untuk menyelamatkan generasi muda Kaltim dari bahaya radikalisme, narkoba, dan degradasi karakter.

Komitmen itu disampaikan saat pengurus PW IPNU–IPPNU Kaltim melakukan audiensi bersama Wakil Gubernur Kalimantan Timur, H. Seno Aji, Senin (4/8/2025) di Kantor Gubernur Kaltim, Samarinda. Dalam pertemuan itu, mereka menyampaikan program kerja yang dirancang bukan hanya untuk penguatan organisasi, tetapi juga untuk mendukung agenda strategis Pemprov dalam membina pelajar.

“Kami ingin IPNU–IPPNU bisa menjadi mitra yang strategis bagi Pemprov, khususnya dalam hal edukasi pelajar dan mahasiswa. Maka kami dorong terbentuknya komisariat kampus di UNU, Unmul, dan kampus-kampus negeri lainnya,” ujar Muhammad Alfi Ramadana, Ketua PW IPNU Kaltim.

Sementara itu, Ketua IPPNU Kaltim, Dilla Suci Karenina, menegaskan bahwa IPPNU menaruh perhatian besar pada isu kesehatan mental dan perlindungan pelajar perempuan.

“Kami berencana membentuk Lembaga Konseling Pelajar Putri agar teman-teman pelajar putri punya ruang aman dalam menyampaikan persoalan mereka. Selain itu, kami juga bentuk Korps Lingkungan untuk edukasi soal krisis iklim,” ujar Dilla.

Wagub Kaltim, H. Seno Aji, mengapresiasi ide dan semangat IPNU–IPPNU. Ia menilai pelajar NU tidak hanya aktif dalam kegiatan internal, tapi juga mampu merespon tantangan zaman.

“Pemprov Kaltim siap mendukung program kerja pelajar NU. Ini contoh bagaimana anak muda ikut menjaga bangsa. Apalagi kalau menyentuh isu strategis seperti narkoba, radikalisme, dan kekerasan di sekolah,” ujar Seno.

Ia pun mendorong agar IPNU–IPPNU menjalin kerja sama dengan instansi terkait, seperti BNN, Dinas Pendidikan, serta Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, agar program-program sosialiasi dapat berjalan lebih efektif dan luas jangkauannya.

Sebagai langkah konkret, IPNU–IPPNU tengah merancang Liga Futsal Santri yang akan menjadi ajang pembinaan sekaligus pemanasan menuju Porseni Santri Kaltim 2026. Selain itu, mereka juga mengusulkan pembentukan Forum Diskusi Pelajar Kaltim yang akan mengangkat tema-tema aktual, seperti literasi kebangsaan, antiradikalisme, dan antinarkoba.

“Forum ini akan kami desain terbuka untuk pelajar lintas sekolah. Harapannya bisa dibina langsung oleh Wagub sebagai pembina utama,” terang Alfi.

Seno Aji merespons positif inisiatif tersebut.

“Silakan buat kerangka forum diskusinya. Saya siap hadir dan membina. Kalau perlu kita libatkan OPD dan instansi vertikal agar pelajar kita lebih terproteksi dari pengaruh negatif zaman,” tutupnya. (*)

POPULER
Search