Gerak Selaras telah melakukan riset terkait fasilitas khususnya teknologi yang tidak memadai di beberapa sekolah di Kota Samarinda, Kalimantan Timur.
“Namun kenyataannya di lapangan, gak semua Sekolah Dasar itu punya fasilitas teknologi untuk melakukan pengajaran ke anak-anak,” ungkap Alma.
Sehingga Gerak Selaras beriringan menghadirkan program Selaras Mengajar dengan misi memberikan pembelajaran yang berkualitas, meningkatkan inklusivitas pendidikan seputar teknologi dasar, dan memupuk rasa bangga sebagai bagian dari Kalimantan Timur dan Indonesia.
Program yang sudah berjalan sebanyak tiga Batch dan dilangsungkan bersama Pertamina selaku mitra ini juga menggunakan metode-metode pengajaran yang terbilang unik sehingga mudah menarik atensi khususnya di kalangan siswa Sekolah Dasar.
“Kalau fokus utama dari Selaras Mengajar itu ada tiga, ada Seven Habits atau tujuh kebiasaan baik, kesehatan digital, dan Microsoft Word,” jelas Alma.

Ratih Febriana selaku Kepala Divisi Program memaparkan lebih spesifik terkait tiga fokus bahasan dalam program Selaras Mengajar, “Kalau Seven Habits sendiri merupakan upaya membantu adik-adik Sekolah Dasar mengetahui gambaran cita-cita mereka dan aspek apa yang harus mereka miliki untuk mencapai cita-cita itu, tentunya ini sesuai dengan minat dan potensi mereka, kemudian bagaimana digital bisa dimanfaatkan dengan baik melalui pengajaran Kesehatan Digital, dan pengembangan skill teknologi dasar melalui pengajaran Microsoft Word,” jelasnya.
Bahkan seluruh aspek pengajaran yang dilakukan Gerak Selaras telah melewati fase pelatihan atau pendampingan volunteer mengajar dan melalui proses penyusunan kurikulum atau modul belajar.
“Jadi untuk kaka pendamping yang mengajar anak-anak sudah disiapkan SOP, ada briefing, dan upgrading juga, jadi volunteer ini tidak bingung karena mereka sudah punya panduan, kami juga sudah menyiapkan kurikulum dan modul sebagai hasil riset kebutuhan pengajaran di lapangan, jadi bisa dibaca-baca oleh volunteer,” jelas Ryzkita Pusparini selaku Anggota Divisi Program.
Tidak hanya menjangkau Sekolah Dasar, Gerak Selaras konsisten melakukan berbagai upaya memenuhi kebutuhan pendidikan hingga akan menjangkau Sekolah Menengah Atas.
“Kami akan melangsungkan Gerak Selaras Goes To School lagi di SMA, sebagai hasil riset bahwa di SMA sekarang memiliki kebutuhan untuk mengetahui kemana mereka setelah lulus sekolah, akan kuliah atau kerja sebagai apa? Lebih membantu mereka menemukan potensi dan minat setelah lulus,” tutup Alma.
Gerakan yang menjadi gebrakan Gerak Selaras ini diharapkan mampu memicu dan menghadirkan gerakan-gerakan kolaborasi lainnya dengan generasi muda daerah khususnya di Kalimantan Timur untuk bersama-sama menyelaraskan visi dan misi membangun Generasi Emas Indonesia di tahun 2045 mendatang. (dinda/nk)
