FPTI Gelar Festival Bhinneka Tunggal Ika dan Deklarasi Kaltim Damai

SAMARINDA – Forum Pemuda Toleransi Indonesia menggelar Festival Bhinneka Tunggal Ika dan diskusi bertema “Toleransi dan Masa Depan Generasi” pada Sabtu, 26 Oktober 2024, pukul 14.00 WITA di City Centrum Atrium, Samarinda. Acara ini dihadiri 150 peserta dari kalangan pelajar SMA/SMK, lintas agama, dan masyarakat umum, yang bertujuan memperkuat nilai-nilai toleransi di kalangan generasi muda.

Ketua Forum Pemuda Toleransi Indonesia, Taufan Marselinus, menyampaikan bahwa kegiatan ini diadakan untuk mengedukasi generasi milenial dan Gen Z dalam menjaga toleransi di Indonesia, serta mencegah mereka dari paparan paham radikal.

“Kami ingin membekali generasi muda agar dapat menjaga nilai-nilai toleransi sehingga di masa depan mereka mampu memelihara perdamaian di Indonesia menuju Indonesia maju. Generasi muda saat ini rentan terhadap paham-paham intoleran, dan kita harus membentengi mereka dari pengaruh tersebut,” ujar Taufan saat dihubungi melalui telepon.

Taufan juga menyoroti hasil survei yang menunjukkan peningkatan tingkat toleransi di Indonesia, namun ia menegaskan pentingnya peran pemuda untuk terus menjaga dan meningkatkan capaian tersebut.

“Menurut beberapa survei, toleransi di Indonesia meningkat, dan ini merupakan hal positif. Namun, kita sebagai generasi muda memiliki tanggung jawab untuk terus menjaga bahkan meningkatkan pencapaian ini,” jelasnya.

Forum Pemuda Toleransi Indonesia juga merencanakan kegiatan lanjutan untuk memperingati Hari Toleransi Internasional pada 16 November 2024, dengan tujuan menjaga agar nilai-nilai toleransi tetap hidup di masyarakat.

“Kami berencana mengadakan kegiatan pada November mendatang untuk memperingati Hari Toleransi Internasional, sehingga nilai toleransi ini terus terjaga,” tambah Taufan.

Dalam diskusi Multistakeholder Dialogue yang bertema “Toleransi dan Masa Depan Generasi,” acara ini menghadirkan lima narasumber, yaitu Ir. Masumi Samadi, Sekretaris Kerukunan Umat Beragama Kota Samarinda; Muhammad Hasbi, pengurus Himpunan Mahasiswa Islam Samarinda periode 2021-2022; Yulia, pembina Forum Pemuda Disabilitas Kreatif Kaltim; Hendra Kusuma, Ketua Aliansi Kebebasan Beragama dan Beribadah Kaltim; serta Taufan Marselinus, Ketua Forum Pemuda Toleransi Indonesia.

Setelah diskusi, acara dilanjutkan dengan penandatanganan deklarasi “Kaltim Toleransi, Kaltim Damai, dan Indonesia Maju” yang dilakukan oleh para narasumber dan sejumlah perwakilan. Festival Bhinneka Tunggal Ika menutup acara dengan pertunjukan seni dan hiburan dari berbagai sekolah dan komunitas di Samarinda, memberikan kesempatan bagi generasi muda untuk mengekspresikan semangat keberagaman dan persatuan. (reza)

POPULER
Search