Pentingnya Keberagaman, Jadi Isu Diskusi Forum Pemuda Toleransi Indonesia

Foto bersama pemateri dengan peserta diskusi Forum Pemuda Toleransi Indonesia.

SAMARINDA – Forum Pemuda Toleransi Indonesia melaksanakan diskusi Peran Gen-Z Sebagai Agen Toleransi dengan tema “Di Tengah Keberagaman Masyarakat Menuju Indonesia Emas”. Agenda ini dilaksanakan, Sabtu 14 September 2024, di Kantor Kelurahan Loa Bakung, Jalan Jakarta, pukul 09.00 Wita.

Taufan Marselinus, Ketua Forum Pemuda Toleransi Indonesia penggagas acara ini menjelaskan alasan dibalik diselenggarakannya. Itu dikarenakan banyaknya perbedaan di Indonesia khususnya Samarinda.

“Kenapa diskusi ini kami buat bekerja sama dengan forum anak, tentu kami berharap sebagai generasi penerus, calon pemimpin harus disiapkan karena Indonesia adalah negara yang memiliki kemajemukan dengan berbagai macam suku, agama, budaya dan lain-lain,” ujar Taufan dalam sambutannya.

Taufan Marselinus juga mengatakan bahwa pemerintah dan masyarakat harus bekerjasama untuk mempersiapkan pemuda Samarinda agar menjadi generasi yang dapat memajukan daerah dan negara.

“Untuk bisa membangun Indonesia yang kuat salah satunya dengan sikap toleransi,” lanjutnya.

Selanjutnya Taufan menyampaikan pentingnya acara diskusi yang berkaitan dengan toleransi, dikarenakan adanya perpindahan Ibu Kota Nusantara (IKN) ke Kaltim, permasalahan toleransi di luar Kaltim kemungkinan akan terjadi dikarenakan perpindahan penduduk yang berkala.

“Dengan perpindahan IKN ke Kaltim bukan hanya penduduknya saja yang pindah, tetapi permasalahan sosial itu juga akan berpindah yang kita harus waspadai adalah oknum-oknum yang memiliki paham intoleransi, makanya kita memberikan edukasi kepada gen-Z agar bisa tetap menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi demi kesatuan Indonesia,” beber Taufan.

Sekretaris Camat Sungai Kunjang Dili Satria Handoko mengatakan bahwa peran masyarakat dan generasi muda sangat penting untuk mempertahankan nilai-nilai toleransi dalam kehidupan sehari-hari.

“Kalau kita lihat di sebagian indonesia yang lain, presentasinya menurun sekali. Tapi kalau di Samarinda syukurnya toleransi kita sangat luar biasa. Tapi kita harus bisa mempertahankan dan meningkatkan peran serta masyarakat terutama peran Gen-Z dalam toleransi itu sendiri,” katanya.

Dili juga menekankan Samarinda yang masyarakatnya banyak memiliki perbedaan, harus banyak edukasi tentang pentingnya toleransi agar membuat persatuan masyarakat menjadi semakin rekat.

“Karena di Samarinda ini bukan hanya memiliki 1 dan 2 suku, tapi kita ini heterogen, sehingga hal itu mampu ditanamkan kita semua, dan itu menjadi kekuatan utama kota Samarinda,” pungkas Dili.

Sebagai informasi, acara ini diselenggarakan atas kerjasama Forum Pemuda Toleransi Indonesia, Forum Anak Kota Samarinda, Pemerintah Kota Samarinda, dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak (DP2PA) Kota Samarinda.

Diskusi menghadirkan pemateri antara lain Ketua Forum Anak Samarinda, M. Amriyadi Rafiq; Pembina Forum Anak Kec. Sungai Kunjang, Siti Aisyah; serta Ketua Forum Pemuda Toleransi Indonesia, Taufan Marselinus. (reza/nk)

POPULER
Search