Ekonomi Indonesia, Meroket atau Menukik?

4. PHK Bertebaran, Tapi Pengangguran Turun

Badai Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di ujung pemerintahan Joko Widodo kian kencang. Kondisi PHK ini pun terjadi di sektor padat karya seperti di industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT).

Menurut Kementerian Ketenagakerjaan, pada periode Januari-Mei 2024, terdapat 27.222 orang tenaga kerja di Indonesia terdampak PHK. Dibanding periode yang sama tahun lalu, jumlah korban PHK meningkat 48,48%. Pada catatan Januari-Mei 2023 jumlah tenaga kerja yang ter PHK 18.333 orang.
Mengutip data Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), PHK di sektor industri TPT saja telah mencapai 10.800 tenaga kerja, per Mei 2024.

Walau PHK marak, pemerintah berpendapat tingkat pengangguran di Indonesia terus mengalami penurunan. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebutkan, tingkat pengangguran turun 10 tahun terakhir, dari 2013 sebesar 5,70% dan pada 2023 hanya sebesar 4,82%.

“Tingkat pengangguran nasional terus menurun. Per Februari 2024, tingkat pengangguran tercatat di level 4,82%, turun signifikan dari 5,7 (Februari 2014), dan sudah di bawah level pra-pandemi,” ucap Sri Mulyani saat Rapat Paripurna DPR RI Ke-17 Masa Sidang V Tahun Sidang 2023-2024.

5. Penduduk Miskin Berkurang 3,06 Juta Orang

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, jumlah penduduk miskin selama 10 tahun terakhir turun sekitar 2,2% per tahun, atau berkurang sekira 3,06 juta orang. Data terbaru per Maret 2024, jumlah penduduk miskin sebanyak 25,22 juta orang, turun dari posisi Maret 2023 yang berjumlah 25,09 juta orang. Dibanding Maret 2021 juga lebih rendah karena saat itu sebanyak 27,54 juta orang.

Pada Maret 2021 jumlah penduduk miskin memang sempat melonjak hingga mencapai 27,54 juta orang, dari sebelumnya pada Maret 2020 sebanyak 26,42 juta orang karena merebaknya Pandemi Covid-19. Namun, sebelum periode itu jumlah kemiskinan memang sudah turun secara konsisten.

Misalnya, pada Maret 2019 hanya sebanyak 25,14 juta orang, dari sebelumnya data per Maret 2018 sebesar 25,95 juta. Data per Maret 2018 itu juga turun dari catatan per Maret 2017 sebanyak 27,77 juta orang. Pada Maret 2016 pun datanya masih sebanyak 28,01 juta orang.

Per Maret 2015 jumlahnya sempat mencapai titik tertingginya selama 10 tahun terakhir, sebesar 28,59 juta orang. Jumlah penduduk miskin pada periode itu naik dari catatan per Maret 2014 yang sebesar 28,28 juta orang.

Secara rata-rata, jumlah penduduk miskin berkurang sekitar 300 ribu orang per tahun. (*)

POPULER
Search