3. Rupiah Kibar Bendera Putih Lawan Dolar AS
Di sisa hitungan bulan masa kepemimpinannya, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat sempat terkapar hingga menyentuh level Rp 16.400/US$ pada Juni 2024.
Anjloknya nilai tukar rupiah di level atas Rp 16.000 sebetulnya juga terjadi saat Indonesia masuk pusaran Krisis Ekonomi Asia atau Krisis Moneter (Krismon) pada 1997/1998 yang traumatis. Krisis itu dipicu oleh krisis mata uang di beberapa negara Asia, seperti Thailand.
Namun, saat itu rupiah jatuh sangat dalam dari Rp 4.650/US$ pada akhir 1997 menjadi Rp 7.300/US$ pada akhir November 1998. Bahkan rupiah di pertengahan 1998, sempat anjlok hingga ke level Rp 16.800/US$. Rp 16.800/US$ berdasarkan catatan tim riset CNBC Indonesia merupakan rekor terlemah sepanjang masa.
Ketika Presiden Joko Widodo (Jokowi) pertama kali menjabat pada 20 Oktober 2014, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada di kisaran Rp 12.030. Rupiah melesat 1,16% sehari sebelum Presiden Jokowi dilantik dan menguat 0,62% saat hari pelantikan. Namun, rupiah sempat ambruk selama enam hari beruntun pada awal Oktober 2018 dengan total pelemahan menembus 2,13%.
Pada 9 Oktober rupiah ambruk lagi ke Rp 15.225 per dolar AS. Posisi tersebut terendah sepanjang awal era Jokowi menjabat hingga 9 Oktober 2018 atau empat tahun.
Pelemahan ini terjadi di tengah penguatan dolar AS yang didorong oleh lelang obligasi pemerintah AS dalam jumlah besar dengan imbal hasil yang menarik bagi investor. Kondisi ini menyebabkan permintaan dolar meningkat tajam, mempengaruhi mata uang negara-negara berkembang termasuk Indonesia. Selain itu, masa itu merupakan awal perang dagang AS-China di masa kepemimpinan Donald Trump.
Saat masa Pandemi Covid-19, nilai rupiah juga sempat anjlok dalam, hingga 13,7% pada Maret 2020. Pada 23 Maret 2020, nilai tukar rupiah anjlok ke level Rp 16.550 per dolar AS atau terlemah sejak era Krisis Moneter 1997/1998. Posisi tersebut juga menjadi yang terlemah di era Jokowi hingga saat ini.
Hingga pertengahan 2024, nilai tukar rupiah telah mengalami fluktuasi yang cukup signifikan, dipengaruhi oleh berbagai faktor global dan domestik.
Dari Rp 12.030 per dolar AS pada 2014 hingga mencapai Rp 16.445 per dolar AS pada Juni 2024, rupiah telah melemah sebesar 36% seiring dengan dinamika ekonomi global yang tidak menentu, termasuk pandemi COVID-19, kebijakan moneter The Fed, dan kondisi ekonomi China.
Halaman Berikutnya
