KUTAI BARAT – Anggota DPRD Kaltim, Yonavia, menaruh perhatian besar pada peran generasi muda dalam pembangunan daerah. Ia menilai, pemuda di daerah seperti Kutai Barat memiliki potensi besar, namun belum sepenuhnya diberi ruang untuk berkembang dan terlibat langsung.
“Pemuda jangan hanya jadi penonton. Mereka harus berada di tengah, jadi pelaku utama dalam perubahan,” tegas Yonavia, usai menggelar acara kepemudaan, di Kecamatan Barong Tongkok.
Menurutnya, energi dan kreativitas pemuda adalah modal penting dalam membangun masa depan daerah. Namun yang sering terjadi potensi tersebut belum dimaksimalkan. Banyak yang terjebak dalam kegiatan yang tidak produktif, bukan karena malas, tapi karena tidak ada wadah yang mendukung mereka.
“Kalau diberi kesempatan, diberi panggung, anak-anak muda kita pasti bisa. Mereka ini cepat belajar dan cepat bergerak. Tinggal bagaimana kita sebagai pemangku kebijakan hadir dan mendengarkan,” jelasnya.
Yonavia juga mendorong agar pemuda tidak ragu untuk mengambil peran, bahkan di sektor-sektor yang selama ini dianggap hanya milik orang dewasa, seperti pengelolaan desa, pemberdayaan ekonomi, hingga pelestarian budaya lokal. Pemuda harus berani tampil, mengajukan ide dan gagasan. Terpenting, menunjukkan bahwa mereka mampu membangun daerahnya.
“Kalau semua masih menunggu, pembangunan akan lambat. Tapi kalau pemuda mulai duluan, maka perubahan itu akan terasa nyata. Dan itu yang terus saya dorong,” katanya lagi.
Legislator PDI-P ini meyakini, jika diberi ruang dan kepercayaan, pemuda Kutai Barat mampu menjadi penggerak utama di lingkungannya sendiri. “Pembangunan tidak selalu soal proyek besar. Bisa dimulai dari hal kecil, misalnya komunitas atau kegiatan pembangunan di kampung sendiri,” tutup Yonavia. (adv/dprd kaltim)
