SAMARINDA – Kedua calon wakil gubernur Hadi Mulyadi dan Seno Aji menghadiri acara Dialog Kebudayaan yang dilaksanakan PWNU Kaltim dan Kemendikbud RI yang digelar Kamis, 5 September 2024, pukul 10.00 Wita, di Gedung Serbaguna Lt. 4 Rektorat Universitas Mulawarman.
Seno Aji banyak mengulas tentang minimnya perlindungan masyarakat adat, permasalahan yang sering muncul dan solusi yang dirinya tawarkan. Seno Aji menyampaikan kurangnya perhatian dari pemerintah kepada masyarakat. Dengan ini dirinya menyatakan komitmennya dalam melindungi dan melestarikan masyarakat adat.
“Misalnya sudah diberikan amanah oleh rakyat Kalimantan Timur, maka menjadi perpanjangan tangan dari pemerintahan pusat dan itu kewajiban. Melestarikan masyarakat adat itu kewajiban kita, apalagi ada undang-undang tentang masyarakat adat. Maka yakin kita bisa melestarikan masyarakat adat bersama kebudayaan mereka,” ujar Seno di hadapan awak media.
Seno Aji mengatakan bahwa pemerintah harus serius dalam menjaga masyarakat adat dengan membuat regulasi yang menguntungkan.
“Harus ada aturan turunan dari pemerintah yang mewajibkan para pengusaha pada saat membuka lahan, harus menjaga benar-benar masyarakat adat. Itu harus tertulis dan kewajiban dari investor yang ada,” tambahnya.
Selanjutnya Seno mengutarakan belum adanya peraturan yang menjurus secara spesifik untuk masyarakat adat. Dengan itu Seno terus mendorong agar undang-undang perlindungan masyarakat segera ditetapkan.
“Kita telah memiliki perda tentang masyarakat adat, di atasnya ikut UU No. 5 tahun 2017 tentang kemajuan kebudayaan. Kita butuh undang-undang yang spesifik tentang masyarakat adat,” terangnya.
Terkait acara hari ini di mana ia bertemu dengan Hadi Mulyadi yang jadi lawannya di Pilkada 2024, Seno menjelaskan tidak ada permasalahan personal dan mengungkapkan mereka berdua menjalin komunikasi sejak Pilkada 2018 lalu.
“Pak Hadi itu teman saya Pilkada yang lalu. Kita bersama-sama berdiskusi. Saya di pimpinan dewan, beliau di wakil gubernur. Saya kira tidak ada masalah. Kalau masalah kontestasi politik, itu hal yang berbeda. Yang kita tawarkan program kita, visi misi. Biar masyarakat yang memilih dan menilai,” tutup Seno. (reza/nk)
