SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memprioritaskan pembangunan sarana sanitasi sehat di 10 kabupaten dan kota melalui penguatan koordinasi antar-daerah dalam pengelolaan air bersih dan sanitasi.
“Provinsi fokus pada pembangunan infrastruktur air bersih di wilayah regional,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (PUPR Pera) Kaltim Aji Muhammad Fitra Firnanda di Samarinda, Sabtu.
Ia melanjutkan, beberapa contohnya adalah sanitasi di Loa Janan, pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Marangkayu di Kabupaten Kutai Kartanegara, dan SPAM Bontang – Kutai Timur.
Nanda menambahkan, pembangunan sistem sanitasi regional dirasa kurang efektif karena jarak antar-kabupaten/kota di Kaltim yang cukup jauh. “Oleh karena itu, kami berkoordinasi dengan kabupaten/kota terkait pembagian bertanggung jawab atas sanitasi di wilayah masing-masing,” ujarnya
Meskipun demikian, provinsi terus memberikan bimbingan dan pelatihan kepada kabupaten/kota untuk meningkatkan kualitas sanitasi dan kesehatan masyarakat.
“Setiap tahun kami memberikan pelatihan dan bimbingan terkait sanitasi kepada kabupaten/kota dan masyarakat. Targetnya, 100 persen akses sanitasi layak dapat tercapai pada tahun 2025,” jelas Nanda.
Nanda menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak dalam mencapai target tersebut, mengingat masih banyak masyarakat di pedesaan yang belum memiliki akses sanitasi yang layak. (adv/diskominfo kaltim)
