SAMARINDA – Pasangan bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) periode 2024-2029, Rudy Mas’ud dan Seno Aji, melaksanakan kunjungan penting ke Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Kaltim. Silaturahmi ini berlangsung pada Minggu, 14 Juli 2024, pukul 14.00 Wita, di Ruang Rapat Gedung PWNU, Jalan Imam Bonjol, Samarinda.
Usai pertemuan, Rudy Mas’ud menyampaikan bahwa selain bersilaturahmi dengan tokoh-tokoh PWNU Kaltim, mereka juga mendengarkan aspirasi dari keluarga Nahdliyyin mengenai berbagai isu masyarakat, khususnya persiapan menyambut Ibu Kota Negara (IKN) di Kaltim.
“Aspirasi yang disampaikan terutama permasalahan keummatan, kemaslahatan umat, pendidikan yang berkaitan dengan akhlak, dan tidak kalah penting bagaimana PWNU bersiap menyambut IKN,” ujar Rudy di hadapan awak media.
Rudy menegaskan bahwa kunjungan mereka ke PWNU bukan untuk mencari dukungan politik, melainkan untuk bersilaturahmi dan menyerap aspirasi. Ia mengakui pentingnya dukungan dari kalangan NU karena organisasi ini memiliki banyak jasa bagi negara, terutama di bidang pendidikan.
“PWNU adalah organisasi berbasis keagamaan, bukan organisasi politik. Kami datang ke sini untuk bersilaturahmi dan menyerap aspirasi. NU adalah organisasi masyarakat yang memiliki kapasitas dan kekuatan politik yang besar. Indonesia tidak bisa dipisahkan dari NU,” tambah Rudy.
Seno Aji, sebagai calon wakil gubernur, menambahkan pentingnya menjalin komunikasi dengan semua pihak, terutama organisasi keagamaan, agar ke depan tidak ada jarak antara pemerintah dan masyarakat dalam menyampaikan aspirasi atau berkoordinasi.
“Pilkada sudah semakin dekat. Insya Allah kami akan menjadi satu kesatuan pasangan Rudy Mas’ud-Seno Aji. Kami bersilaturahmi dengan beberapa pengurus ormas keagamaan, termasuk NU, untuk memperkenalkan diri. Ini penting agar tidak ada kesungkanan lagi dalam berhubungan dengan kami ke depan,” terang Seno.
Ketua PWNU Kaltim, HM Fauzi A Bahtar, dalam sambutannya menyampaikan bahwa PWNU secara kelembagaan tidak bisa menyatakan sikap politik secara praktis. Namun, ia membebaskan seluruh keluarga NU untuk mendukung pasangan calon yang mereka pilih. Fauzi juga menyebutkan bahwa Rudy dan Seno adalah pasangan yang sering melibatkan dirinya baik secara pikiran maupun tenaga untuk PWNU.
“PWNU tidak bisa secara praktis mendukung pasangan calon yang bertarung di pilkada, tetapi warga NU bebas untuk mendukung siapa pun. Namun, sepertinya banyak warga NU yang memilih pasangan ini (menunjuk Rudy dan Seno),” kelakar Fauzi.
Dengan kunjungan ke PWNU Kaltim ini, Rudy Mas’ud dan Seno Aji memperkuat posisi mereka di hati masyarakat Nahdliyyin Kaltim, memperlihatkan komitmen mereka dalam mendengarkan dan merespons kebutuhan masyarakat. (reza)
