Reses Markaca, Tembok Taman Jembatan Mahkota Dikeluhkan Warga Sungai Kapih

reza / nukaltim
Markaca, anggota Komisi III DPRD Samarinda saat menggelar reses di Kelurahan Sungai Kapih.

SAMARINDA. Anggota DPRD Samarinda, Markaca gelar reses (menyerap aspirasi) pada masa sidang I 2023 di Sungai Kapih, Kecamatan Sambutan, Minggu, 29 Januari 2023.

Dalam acara reses yang juga dihadiri oleh Lurah Sungai Kapih, Munir Al Habsyi, dan Ketua RT setempat, dalam sambutannya Markaca berharap aspirasi yang disampaikan kepada anggota dewan adalah upaya untuk membantu kepentingan orang banyak, seperti halnya untuk perbaikan lingkungan dan lainnya. Pria dengan ciri khas berambut serba putih ini menyampaikan bahwa aspirasi melewati reses akan diprioritaskan oleh pemegang anggaran melewati PUPR khususnya terkait permasalahan pembangunan lingkungan.

“Saya ditugaskan negara untuk bertemu bapak ibu semua dalam rangka menjaring aspirasi untuk permasalahan yang terutama permasalahan lingkungan, dan yang penting apabila telah ada anggota DPRD yang reses pasti akan ada berubah, karena kami dari Komisi III melakukan RDP memanggil dinas PUPR menanyakan, mengharuskan, mewajibkan hasil reses harus dinomorsatukan (oleh pemerintah) daerah,” ujar Markaca kepada warga yang hadir.

Melalui Ketua RT 02 Muhammad, warga menyampaikan beberapa aspirasi terkait dengan infrastruktur dan lingkungan di kawasan Sungai Kapih. Terutama permasalah taman yang dibangun Pemkot di dekat jembatan Achmad Amins (Mahkota). Masyarakat berkeberatan apabila taman yang dibuat memiliki tembok yang membuat warga agak sulit untuk menikmati keindahan taman di kawasan Jembatan kebanggan warga Kota Samarinda itu. Di mana diketahui jika sebelumnya dalam rancangan pembuatan taman tersebut tidak memiliki tembok.

“Taman itu yang di atas depan musholla itu informasinya akan dilanjutkan, maunya jangan ada dinding lagi seperti yang ada sekarang ini, ini kan terkesan tembok jadi kesannya warga di sini tidak bisa menikmati taman yang di atas, itu keluhan warga. Dulu katanya melalui pemerintah diratakan terus hanya taman dan pagar, bukan disekat seperti tembok,” ujar ketua RT 02, Muhammad.

Menanggapi keluhan warga tersebut, Markaca yang tergabung di Komisi III DPRD Samarinda mengaku akan berupaya mencari jalan keluar untuk masalah yang dikeluhkan warga ini. Ia pun meminta agar warga secara resmi melaporkan permasalahan ini ke Komisi III untuk kemudian akan disikapi secara kelembagaan di DPRD. Agar nanti Komisi III bisa memfasilitasi dengan Dinas Pemkot yang menangani masalah tersebut.

“Tugas saya di Komisi III adalah sebagai wakil dari warga dengan keberatannya soal dibangunnya tembok ini yang terlalu tinggi. Coba dibikin pengaduan ke Komisi III, nanti kita panggil Dinas yang terkait yaitu PUPR. Nanti dasar keberatan warga juga harus tertuang, nanti pasti ada penjelasan dari OPD terkait. Yang jelas tidak ada masalah yang tidak ada solusinya” ujar Markaca meyakinkan warga.

Politisi senior Gerindra ini pun menyatakan bahwa aspirasi dari reses ini adalah prioritas, ia pun memastikan setiap usulan direalisasikan walupun tidak bisa semua dilaksanakan. Ia pun berharap dengan naiknya PAD akan memperbanyak pembangunan yang dapat direalisasikan dan diwujudkan.

“Usulan-usulan masyarakat yang melalui reses itu adalah prioritas, dan saya pastikan dari 5 usulan setidaknya ada 2 sampai 3 yang terealisasikan dan tunaikan. Kita juga bicara masalah anggaran, semoga dengan naiknya PAD kota Samarinda, maka semakin banyak juga pembangunan, itu harapan saya,” pungkasnya. (nk/adv/dprdsamarinda)

POPULER