Puncak Kasus Covid di Kaltim Akhir Februari? Waspada!

Ilustrasi virus. (foto: pixabay.com)

SAMARINDA. Diprediksi akhir Februari atau awal Maret 2022 menjadi puncak kasus covid di Kaltim dan sejumlah daerah lainnya. Hal tersebut dikarenakan saat ini telah terjadi puncak kasus covid di daerah Jawa dan Bali. Oleh karena itu masyarakat tetap diminta waspada.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim Masitah melalui rilis kepada media ini menyatakan jika Jawa dan Bali sedang mengalami puncak kasus covid, maka setelah mengalami penurunan kasus diperkirakan lonjakan setelah itu akan berpindah keluar daerah termasuk di Kaltim. Karena itulah, pemerintah sudah harus mempersiapkan segala sesuatunya, termasuk tempat-tempat isolasi terpadu (isoter).

“Mencermati pengalaman kita yang lalu, kita ini kan tertinggi di luar Jawa Bali. Mudah-mudahan kita sudah bersiaplah dengan kondisi ini. Tentu saja kita selalu mengingatkan masyarakat, hanya dua poin, pertama percepatan vaksinasi, yang kedua tetap melaksanakan prokes yaitu 5M, dan itu yang tidak bosan-bosannya mengingatkan kepada masyarakat,” jelas Masitah usai mengikuti zoom meeting dengan Kementerian terkait dalam pembahasan peningkatan kasus dan tingkat hospitalisasi dan intensifikasi vaksinasi lansia dan dosis ke-2, di Ruang Heart of Borneo, Kantor Gubernur Kaltim, Selasa (15/2/2022).

Selain sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, juga koordinasi dengan Satgas mulai dari level provinsi sampai ke yang paling bawah, untuk mengingatkan masyarakat melalui operasi-operasi yustisi, karena manusia dari mana saja sama kalau tidak diingatkan.

“Kita tetap mengedukasi masyarakat, kalaupun terkena dengan gejala ringan, maka isolasi mandiri di rumah saja. Dan kalau rumahnya tidak aman bisa dilakukan di tempat isoman yang sebelumnya sudah kita persiapkan khusus gejala berat, sehingga penularannya bisa kita tekan,” tandasnya.

Masitah menambahkan, saat ini bed occupancy rate (BOR) 17 persen di Kaltim, memang ada peningkatan dari sebelumnya di akhir Desember sampai Januari karena masih landai sekitar 5 persen. Sekarang sudah di posisi 17 persen, ini juga harus antisipasi dalam waktu 1 minggu ini mempersiapkan isoter di Wisma Atlet Stadion Sempaja.

“Mudah-mudahan bisa siap, untuk mengantisipasi masyarakat yang tidak mungkin dilakukan isolasi mandiri di rumah,” ujarnya.

Menghadapi varian baru Omicron, Masitah berpesan jangan panik, karena sifat Omicron ini penularannya cepat 5 kali dibandingkan varian Delta, tetapi lebih ringan gejalanya itu yang perlu dipahami, sehingga apabila tertular dengan gejala ringan cukup isoman di rumah saja, walaupun demikian masyarakat harus tetap waspada, dengan selalu menerapkan prokes yaitu 5M.

“Dari sifat penularannya yang cepat, kita harap masyarakat tetap waspada, dan peningkatannya saat ini sudah terlihat beberapa terakhir ini. Semoga masyarakat bisa melaksanakan Prokes dengan ketat,” tegas Masitah. (rls/update/tim)

POPULER
Search