SAMARINDA – Rencana pembangunan sekolah jenjang SMA dan SMK di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mulai menemukan arah yang lebih jelas. Dalam pertemuan antara DPRD Kaltim dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim baru-baru ini, terungkap bahwa proses pematangan pendirian sekolah sudah memasuki tahapan penting.
Kepala Bidang SMA Disdikbud Kaltim, Muhammad Jasniansyah, menyampaikan bahwa sejak tahun 2023 pihaknya telah melakukan pemetaan dan evaluasi terhadap kebutuhan pendidikan menengah atas di Kutim. Pada 2024, langkah-langkah lanjutan mulai diambil untuk mengakselerasi pembangunan.
“Kami sudah berkomunikasi dengan Disdikbud Kutim. Saat ini ada dua titik yang direncanakan untuk pengembangan SMA, yakni di kawasan Sangatta Selatan dan Kenyamukan,” ujarnya.
Menurut Jasniansyah, meskipun beberapa bangunan sekolah telah berdiri, proses formal pendirian sekolah tetap harus mengikuti ketentuan yang berlaku. Ia menyebut pendirian sekolah di tingkat provinsi wajib memenuhi sejumlah syarat administratif dan teknis.
“Izin operasional, nomor pokok sekolah nasional (NPSN), serta kajian kebutuhan wilayah menjadi bagian dari proses pendirian. Tidak bisa serta-merta dibuka meski bangunan sudah ada,” jelasnya.
Namun demikian, Jasniansyah menegaskan bahwa yang paling krusial dalam tahapan tersebut adalah kepastian lahan.
“Tanpa dokumen ketersediaan lahan yang sah, proses tidak bisa dilanjutkan. Jadi itu harus jadi prioritas utama,” tegasnya.
Ia juga memastikan bahwa Disdikbud Kaltim akan memberikan dukungan penuh terhadap pendirian sekolah baru, selama aspek legal dan teknis telah terpenuhi. Harapannya, keberadaan sekolah-sekolah baru tersebut dapat menjawab kebutuhan pendidikan menengah atas di Kutim yang selama ini masih belum merata.
Dengan sinergi antara Pemprov dan Pemkab, serta dukungan dari DPRD, pembangunan pendidikan di Kutai Timur diharapkan bisa lebih cepat diwujudkan demi membuka akses yang lebih luas bagi para pelajar di wilayah tersebut. (adv/dprd kaltim)
