SAMARINDA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengadakan pelatihan intensif bagi Tim Reaksi Cepat (TRC) dalam mengkaji cepat bencana. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapan dan kapabilitas teknis tim tanggap darurat, yang diharapkan dapat merespons bencana secara lebih terstruktur dan sistematis.
Pelatihan ini diikuti oleh 30 peserta yang berasal dari berbagai instansi, termasuk OPD Kaltim, BPBD kabupaten/kota, dan akademisi. Dihadiri pula oleh Kepala BPSDM Kaltim, Nina Dewi; Kalaksa BPBD Kaltim, Agus Tianur; Kepala Biro Adpim Setprov Kaltim, Syarifah Alawiyah; pejabat dari BPBD Kaltim, serta perwakilan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Hadirnya pejabat lintas sektor ini mencerminkan upaya koordinatif yang melibatkan berbagai elemen pemerintah dan masyarakat untuk memperkuat ketahanan bencana daerah. Para peserta yang lulus akan menerima sertifikasi dari Pusdiklat BNPB, yang menandai kesiapan mereka sebagai tim reaksi cepat lintas sektor yang akan segera dibentuk oleh BPBD Kaltim.
Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah Kaltim, Sri Wahyuni, menyoroti pentingnya edukasi terkait SOP penanganan bencana di tengah masyarakat. “Bagi masyarakat mungkin banjir sudah menjadi bagian dari kehidupan, tapi penting bagi kami untuk memastikan bahwa tim tanggap darurat memiliki SOP yang jelas untuk mengatasinya,” ujar Sri. Menurutnya, edukasi terkait SOP ini perlu terus didorong agar masyarakat tidak hanya pasif menunggu bantuan tetapi juga tahu langkah yang perlu diambil saat bencana terjadi.
Sri juga menekankan bahwa penanggulangan bencana bukan hanya tanggung jawab BPBD, tetapi membutuhkan sinergi semua pihak termasuk masyarakat. “Kami ingin dengan adanya pelatihan ini, tim kaji cepat bencana bisa memobilisasi semua elemen secara cepat, tepat, dan terstruktur. Ini bukan lagi tugas BPBD semata, tapi kerja bersama yang melibatkan pemerintah, masyarakat, dan stakeholder lainnya dalam satu komando,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa penanganan pasca-bencana seharusnya dilakukan secara lebih berencana dan terstruktur, bukan sporadis dan alamiah. Dengan peran dan tugas yang jelas, upaya pemulihan pasca-bencana diharapkan dapat berjalan lebih efektif.
Dengan langkah ini, Pemerintah Kaltim berupaya meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana secara terstruktur, memastikan respons cepat, serta membangun ketangguhan masyarakat di tengah ancaman bencana yang semakin meningkat. (adv/diskominfo kaltim)
