BALIKPAPAN – Pengembangan sumber daya manusia berkualitas dinilai menjadi faktor utama dalam mendukung kemajuan dan keberlanjutan pembangunan di Kalimantan Timur. Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kaltim, dalam Rapat Kerja Teknisnya, menegaskan komitmen untuk merancang kebijakan dan program yang mampu meningkatkan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) secara terpadu.
Dalam acara yang berlangsung di Ballroom Swiss-Belhotel Balikpapan pada Kamis (7/11/2024), Kepala BPSDM Kaltim, Nina Dewi, menyampaikan peran strategis lembaganya dalam membangun SDM berdaya saing tinggi. “Sumber daya manusia yang berkualitas merupakan aset berharga bagi pembangunan yang berkelanjutan. BPSDM memiliki peran vital dalam merumuskan dan melaksanakan kebijakan serta program peningkatan kompetensi dan kualitas SDM di Kaltim,” tegasnya.
Tema Rapat Kerja Teknis kali ini, “Implementasi Pengembangan Kompetensi ASN yang Terintegrasi Menuju Indonesia Emas 2045 di Provinsi Kalimantan Timur,” menjadi landasan bagi BPSDM Kaltim untuk merancang program pelatihan ASN yang komprehensif dan relevan dengan kebutuhan di lapangan.
Nina Dewi mengungkapkan pentingnya pengembangan kompetensi ASN yang tidak hanya menekankan peningkatan keterampilan, tetapi juga etika, integritas, serta sikap profesional. “BPSDM berupaya melaksanakan pengembangan kompetensi yang berkelanjutan, disesuaikan dengan kebutuhan lapangan, untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, perilaku, dan nilai-nilai ASN sebagai pelayan publik,” ujarnya.
Lebih dari sekadar pemenuhan tuntutan profesionalisme, pengembangan kompetensi ASN ini diharapkan mampu mendorong peningkatan tata kelola pemerintahan di Kaltim yang lebih efisien dan transparan. “Ini bukan hanya tentang profesionalisme, melainkan juga tentang komitmen kita dalam membangun tata kelola pemerintahan yang baik demi kemajuan berkelanjutan Kaltim, mendukung visi Indonesia Emas 2045,” tambah Nina Dewi.
Dalam kesempatan itu, Nina Dewi juga mengajak semua pihak untuk berkomitmen terus meningkatkan kompetensi dan kualitas kerja demi menghadirkan pelayanan publik yang optimal.
Acara tersebut turut menghadirkan narasumber seperti Agung Wicaksono, Analis Pengembangan SDM BKD Provinsi Kaltim, yang membahas pentingnya pengembangan kompetensi untuk meningkatkan Indeks Profesionalitas ASN di Kaltim. Selain itu, materi mengenai Petunjuk Teknis Peraturan Gubernur Nomor 29 Tahun 2023 terkait pengelolaan sistem pembelajaran terintegrasi dalam pengembangan kompetensi ASN disampaikan oleh Ery Arifullah dan Hernawaty dari BPSDM Kaltim.
Rangkaian acara ini diikuti dengan kegiatan benchmarking di BPSDM Jawa Barat pada tanggal 8 November 2024, yang diharapkan dapat memberikan inspirasi bagi BPSDM Kaltim dalam memperkaya program pengembangan SDM.
Acara ini dihadiri oleh sejumlah pejabat, termasuk Kepala Pelaksana BPBD Kaltim Agus Tianur, Penjamin Mutu Pelatihan Prof. Sarosa Hamong Pranoto, Widyaiswara BPSDM, serta perwakilan perangkat daerah dan BKPSDM dari seluruh Kabupaten/Kota di Kaltim. (adv/diskominfo kaltim)
