Pengawasan Jadi Kunci, DPRD Siap Pastikan GratisPol Jalan Sesuai Rencana

SAMARINDA – Kalimantan Timur mulai menata masa depan lewat satu kata kunci: pendidikan. Program GratisPol (Pendidikan Gratis hingga Perguruan Tinggi) kini menjadi sorotan, bukan hanya sebagai janji politik, tapi wujud nyata komitmen pemerintah untuk menyiapkan generasi penerus yang tangguh dan berdaya saing.

Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ananda Emira Moeis, menyampaikan hal itu saat menjadi narasumber dalam podcast RRI Samarinda, Rabu (28/5). Menurutnya, GratisPol telah menarik perhatian luas dari masyarakat. “Banyak yang bertanya langsung ke kami soal pelaksanaan dan proses pendaftarannya. Ini tanda antusiasme tinggi,” ujar politisi muda dari PDI Perjuangan itu.

Namun, Nanda mengingatkan, antusiasme saja tidak cukup. “Program ini akan berhasil kalau informasinya disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami masyarakat. Itu tugas kita semua,” tegasnya.

Program GratisPol telah masuk dalam dokumen resmi pembangunan daerah, yakni RPJMD, dan akan dituangkan dalam Peraturan Daerah. DPRD pun, kata Nanda, akan menjalankan fungsi pengawasan ketat agar program tepat sasaran.

Ia juga mengajak masyarakat aktif memberi masukan. “Pengawasan bukan Cuma tugas DPRD. Kalau ada yang kurang, sampaikan. Kritik itu penting untuk perbaikan bersama,” ungkapnya.

Lebih jauh, Nanda melihat GratisPol sebagai fondasi pembangunan jangka panjang. “Kalau kita ingin anak-anak Kaltim bersaing secara global, kita harus bekali mereka sejak sekarang. Pendidikan itu bukan beban, tapi investasi jangka panjang,” katanya.

Sebagai satu-satunya legislator perempuan dari dapilnya selama dua periode, Nanda memberi perhatian khusus pada kesetaraan akses pendidikan. “Setiap anak harus punya peluang yang sama, tanpa pandang jenis kelamin. Ini perjuangan yang terus saya bawa,” ujarnya tegas.

Bagi Nanda, pendidikan bukan sekadar soal ijazah. “Ini soal membuka wawasan, memperluas pengalaman, dan membangun jejaring. Anak-anak Kaltim berhak punya itu semua,” tuturnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya peran keluarga dan pemerintah dalam menjaga kualitas pendidikan sejak usia dini, termasuk pemenuhan gizi. “Kita memang agak terlambat start, tapi lebih baik mulai sekarang daripada tidak sama sekali,” tambahnya. Menutup pernyataan, Nanda menegaskan dukungan penuh DPRD terhadap program-program strategis pembangunan SDM. (adv/dprd kaltim)

POPULER
Search