Melangkah Bersama Prof. Yusril: Sinergi Kekuatan Hukum dan Politik

Sebagai calon presiden yang didukung banyak partai politik, tentu bagi Prabowo tidak mudah untuk menentukan siapa yang akan mendampingi dirinya dalam kotak suara di pilpres 2024. Di dalam Koalisi Indonesia Maju, setiap partai menawarkan kader atau pilihan cawapres dari partainya. Sebagai contoh Golkar. Sampai saat ini berharap ketua umumnya yang akan menjadi cawapres Prabowo yaitu Airlangga Hartarto.

Begitupula PAN yang menyodorkan nama Erick Thohir dan Muhadjir Efendi, begitu pula Partai Demokrat meskipun tidak memaksa ketua umumnya AHY sebagai cawapres tetapi harapan itu ada terlebih nama AHY selalu masuk dalam 5 (lima) besar Cawapres di berbagai lembaga survey.

Dari banyaknya nama yang muncul ada sosok dari partai non parlemen seorang akademisi, memiliki karier dalam pemerintahan cukup panjang, dari zaman presiden Soeharto sampai Presiden SBY. Dirinya selalu menjadi orang yang berada di dalam pemerintahan. Sosok itu adalah Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra.

Yusril Ihza Mahendra dalam akhir ini namanya hangat dibicarakan untuk bursa cawapres yang mendampingi Prabowo di 2024. Sosok ketua umum Partai Bulan Bintang (PBB) ini dianggap cawapres ideal dan terbaik untuk mendampingi Prabowo. Yusril memiliki rekam jejak yang dapat dikatakan mumpuni dan mengetahui kebutuhan Negara Indonesia dengan mengandalkan kepakaran dirinya di bidang hukum

Yusril Ihza sampai saat ini dirinya bebas dari isu jeratan hukum jika dibandingkan dengan kedua pesaingnya Erick Thohir dan Airlangga. Sebab menteri BUMN ini masih memiliki polemik di perusahaan BUMN, sementara Airlangga sempat diperiksa Kejaksaan Agung.

Jalan untuk profesor hukum ini sebagai cawapres semakin terbuka setelah masuknya Partai Demokrat. Yusril dapat dinilai sebagai cawapres jalan tengah untuk Koalisi Indonesia Maju, selain dapat membantu Prabowo dalam menjawab persoalan isu hukum di Indonesia. Yusril juga kerap disimbolkan sebagai pemikir dan tokoh muslim intelektual Indonesia, yang mana suara umat sangat berpengaruh dalam perpolitikan tanah air.

Paket lengkap yang ada pada Yusril Ihza Mahendra menjadi penting untuk menjawab kenapa dirinya sangat layak menjadi cawapres pendamping Prabowo, dan keputusan untuk menjadikan Yusril sebagai cawapres membuat Koalisi Indonesia Maju tidak berpotensi bubar atau ada partai yang meninggalkan Prabowo.

Hal ini dilandasi oleh beberapa argumentasi dasar, yaitu Yusril tokoh muslim nasionalis, pakar hukum, lahir bukan dari partai yang besar bahkan non parlemen, memiliki rekam jejak yang cukup menjanjikan dalam politik di Indonesia. Bahkan dirinya hampir menjadi presiden pada 1999, tetapi ia mengundurkan diri. (*)

(Tulisan di atas adalah pandangan pribadi penulis dan menjadi tanggung jawab penulis yang bersangkutan)

POPULER
Search