Diskominfo Kaltim Dorong Warga Gersik Manfaatkan SP4N-LAPOR untuk Kawal Program Lingkungan

PENAJAM, KALTIM – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kalimantan Timur melibatkan warga Kelurahan Gersik, Penajam Paser Utara, untuk mendukung program Forest Carbon Partnership Facility-Carbon Fund (FCPF-CF). Program ini berupaya mengurangi emisi karbon melalui pengelolaan hutan yang berkelanjutan. Untuk mendukung program tersebut, Diskominfo Kaltim mengajak masyarakat mengoptimalkan penggunaan Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional – Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (SP4N-LAPOR!) sebagai saluran pengaduan dan aspirasi terkait isu lingkungan.

Kelurahan Gersik termasuk wilayah yang menerima manfaat langsung dari FCPF-CF. Melalui SP4N-LAPOR!, warga diharapkan lebih aktif menyampaikan aspirasi maupun keluhan lingkungan yang berkaitan dengan dampak program ini. Lurah Gersik, Ommar Mildat, dalam sambutannya menyatakan harapan agar masyarakat memanfaatkan SP4N-LAPOR! untuk berpartisipasi dalam pemantauan lingkungan.

“Kami berharap dengan pelatihan ini, masyarakat Gersik tidak hanya memahami cara menggunakan SP4N-LAPOR tetapi juga dapat memanfaatkan platform ini untuk menyampaikan aspirasi mereka terkait dengan program FCPF-CF,” ujar Ommar, Selasa (6/11/2024).

Pada kegiatan ini, Diskominfo Kaltim menghadirkan tiga pembicara utama yaitu Mardiasih dari Diskominfo Kaltim, Ronald Pagayang dari Diskominfo PPU, dan Erma Wulandari dari Tim Safeguard FCPF-CF Kaltim. Mardiasih menjelaskan SP4N-LAPOR sebagai platform yang memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam menyampaikan berbagai masalah publik, termasuk isu lingkungan, dengan lebih cepat dan transparan.

“Dengan menggunakan SP4N-LAPOR, masyarakat tidak hanya dapat melaporkan masalah yang mereka hadapi tetapi juga memantau perkembangan penanganannya secara real-time. Ini merupakan langkah penting dalam meningkatkan akuntabilitas pemerintahan dan memperkuat partisipasi publik dalam proses pengambilan keputusan,” terang Mardiasih.

Sementara itu, Ronald menguraikan berbagai cara yang dapat digunakan warga untuk mengakses SP4N-LAPOR, mulai dari formulir manual, situs web www.lapor.go.id, SMS ke 1708, hingga aplikasi SP4N-LAPOR. Sistem ini menjamin keamanan identitas pelapor, yang memungkinkan warga menyampaikan pengaduan dengan aman.

“Banyak cara menggunakan kanal LAPOR ini. Silakan pakai cara yang Bapak Ibu inginkan, dan nanti aduan yang disampaikan akan ditindaklanjuti secepatnya kepada yang bersangkutan. Tenang saja identitas diri bisa disembunyikan, sehingga pelapor tidak perlu merasa khawatir datanya tersebar,” kata Ronald.

Di sesi akhir, Erma Wulandari membahas program FCPF-CF sebagai bagian dari inisiatif global dalam mitigasi perubahan iklim melalui pengelolaan karbon hutan yang melibatkan masyarakat lokal. Ia menekankan pentingnya peran masyarakat dalam memantau dan melaporkan isu lingkungan yang muncul, selaras dengan tujuan FCPF-CF.

“Program FCPF-CF berfokus pada mitigasi perubahan iklim dengan mempromosikan praktik pengelolaan hutan yang ramah lingkungan. Ini termasuk upaya untuk mengurangi deforestasi, meningkatkan penanaman kembali pohon, dan melibatkan masyarakat dalam pengelolaan sumber daya alam mereka sendiri,” ungkap Erma.

Melalui kolaborasi dan pemanfaatan SP4N-LAPOR!, Diskominfo Kaltim berharap program lingkungan ini dapat berjalan lebih optimal dengan dukungan langsung dari masyarakat. (adv/diskominfo kaltim)

POPULER
Search