Siti Rizky Amalia Soroti Jembatan Kritis di Desa Bumi Rapak

Kunjungan reses Siti Rizky Amalia di Desa Bumi Rapak, Kutai Timur. (foto: istimewa)
Kunjungan reses Siti Rizky Amalia di Desa Bumi Rapak, Kutai Timur. (foto: istimewa)

KUTIM – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur dari Dapil Kaltim VI (Bontang-Kutim-Berau), Siti Rizky Amalia dalam rangka reses mengunjungi Desa Bumi Rapak, Kecamatan Kaubun, Kabupaten Kutai Timur beberapa waktu lalu.

Dalam pertemuan reses tersebut kepada nukaltim.id ia menceritakan, keluhan utama warga Desa Bumi Rapak adalah terkait masalah jembatan di wilayah mereka. Jembatan gantung kayu ulin dengan bentang kawat seling memiliki panjang lebih dari 50 meter dan lebar 2 meter. Sayangnya, kondisi kayu jembatan tersebut sudah banyak yang lapuk, termasuk baut dan pakunya yang terlihat berkarat.

“Mayoritas warga setempat adalah petani, dan mereka sering merasa was-was saat melintasi jembatan tua ini. Jembatan terasa bergoyang dan terayun ketika dilintasi, bahkan pengendara sepeda motor pun enggan mengambil resiko melintasi jembatan kayu ini dengan membawa hasil kebun,” ujar Siti Rizky Amalia, menceritakan keluhan warga saat reses kepada media ini.

Lanjutnya, keberadaan jembatan yang representatif di Desa Bumi Rapak sangat penting bagi warga. Jika jembatan ini tidak diperbaiki, maka untuk mengangkut padi dari sawah ke rumah, warga harus memutar jalan dengan jarak lebih jauh sekitar 7 kilometer.

Dengan jembatan kayu yang direnovasi secara representatif, jarak tempuh warga akan lebih pendek dan akses ke sawah mereka akan lebih mudah. Para warga, terutama transmigran yang sebagian besar telah berhasil menggarap lahan dari program pemerintah, mendesak Pemerintah untuk meningkatkan kualitas jembatan ini hingga dapat menjadi penghubung yang lebih representatif.

“Kondisi yang dihadapi masyarakat ini selayaknya menjadi perhatian serius pemerintah daerah dengan harapan segera ditangani dengan segera,” tandas politisi perempuan dari PPP ini. (nk/advdprd kaltim)

POPULER
Search