Perjalanan Nadya Mencapai Duta Wisata Kaltim 2023

SAMARINDA. Nadya Pradita Hosensyah, atau akrab disapa Nadya, baru-baru ini berhasil memenangkan ajang kompetisi Duta Wisata Kalimantan Timur 2023.

Tentu, pencapaian di titik ini, tak semudah membalikkan tangan.

Cibiran, nyinyiran, hingga keraguan orang kepadanya kerap di alamtkan kepadanya. Lantas, menyerahkah ia dengan keadaan? Begini kisahnya.

Dunia kompetisi seperti ini, ternyata sudah tak asing baginya. Sederetan kompetisi sudah ia jajal.

Sebelumnya, perempuan kelahiran Samarinda tahun 2000 ini menjuarai ajang kompetisi Putra-Putri Brawijaya, kemudian. Tak cukup di situ, dirinya juga menambah deretan prestasinya dengan menjadi juara di Duta Wisata Kota Samarinda, pada 2022 silam.

Berbekal pengalaman dan pengetahuan yang luar biasa selama duduk di bangku perkuliahan, mahasiswa yang berhasil menyandang status Cumlaude di Universitas Brawijaya ini bertekad untuk melanjutkan jenjang kariernya dalam dunia kedutaan.

“Awalnya dikompori teman-teman saya, masa balik dari Malang gak bawa apa-apa, setidaknya ada yang membanggakan untuk kota kelahiran saya, yakni Samarinda,” jelas anak pertama dari tiga bersaudara itu.

Lebih lanjut, Nadya memiliki kedua orang tua yang berprofesi sebagai guru, sehingga tak ayal jika ia memilih mengikuti jejak kedua orang tuanya, walaupun konteks guru menurut Nadya bukan lagi terbatas pada ruang kelas dan kurikulum.

“Saya menjadikan orang tua saya sebagai role model, dalam hal ini adalah guru, jadi tercipta dalam diri saya mau jadi guru juga, bisa menyebarluaskan ilmu ke orang banyak dan menjadi bermanfaat,” beber perempuan dengan senyum manis itu.

Tidak berhasil begitu saja, mahasiswa peraih IPK 3,85 ini kerapkali melalui jalan yang berliku-liku dalam proses pencapaian kariernya.

Tidak jarang, sebagian netizen memberi pandangan keji, menghina, bahkan menyudutkan performa Nadya.

“Banyak yang pandang sebelah mata, sempat dipertanyakan juga sebagai Fresh Graduated apa sih yang bisa kamu lakukan,” jelas gadis yang memiliki gallery art independen.

Hal tersebut disinyalir sebagai tuntutan public figure yang mengharuskan para Juara Duta berpenampilan dan memiliki kompeten seperfeksionis mungkin.

Halaman Berikutnya

Search