Mengulas Program Beasiswa Gratispol Pemprov Kaltim. Seperti Apa?

PENDIDIKAN disadari menjadi dasar, pondasi, atau alas awal membentuk sumber daya manusia (SDM) unggul. Hampir semua kepala daerah sepakat, bahkan kepala negara pun, seiya sekata bahwa pendidikan adalah hak yang harus diterima seluruh warga negara. Tanpa terkecuali satupun.

Bicara soal Kaltim, pemimpin daerah ini juga punya program itu. Sejak kampanye, mereka berdua menggemborkan program yang diberi nama: Beasiswa Gratispol. Lantas, sudah sejauh mana program itu dijalankan? Mari kita ulas.

Masih lekang diingatan, program itu sempat menjadi cibiran. Mampukah kantong Pemprov Kaltim menduiti semua pelajar hingga mahasiswa. Kalau ada, sudah benarkah hitung-hitungannya, jangan sampai terjadi program baru lahir namun mematikan program lainnya.

Sepanjang perjalanan beberapa bulan pemerintahan Bumi Etam, pelan namun pasti, satu persatu coba diwujudkan. Di tengah gempuran pemangkasan anggaran oleh pemerintah pusat, tidak menurunkan tensi mengabaikan janji yang sudah disebar kemudian terekam baik oleh warga yang kemudian dinantikan realisasinya.

Seperti kita tahu, kehidupan ekonomi kita masih merangkak. Daya beli masih kurang. Kemauan dan kebutuhan kadang tak seimbang dengan pemasukan dan pendapatan. Alhasil, program beasiswa pun dinilai sangat membantu perekonomian warga. Terlebih bagi warga dengan penghasilan 3 koma, setiap gajian tanggal 3 langsung koma.

Untuk mendukung beasiswa gratispol, pemprov sudah siapkan duit Rp 750 miliar di 2025. Duit segitu untuk pelajar SMA hingga pascasarjana S3.

Dalam satu kesempatan, Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji bilangtahapan implementasi program tahun 2025 fokus pada mahasiswa semester satu. Tahun 2026 dan seterusnya akan diberikan secara bertahap kepada seluruh mahasiswa, mulai dari semester 2 hingga 8

Seno Aji menjelaskan tahapan implementasi program tahun 2025 fokus pada mahasiswa semester satu. Tahun 2026 dan seterusnya akan diberikan secara bertahap kepada seluruh mahasiswa, mulai dari semester 2 hingga 8, dimana anggaran untuk perluasan program ini sudah disiapkan.

Program berlaku untuk mahasiswa di PTN maupun PTS. Syaratnya mudah, cukup punya KTP Kaltim dan berdomisili minimal 3 tahun di sini.

Tak mulus memang perjalanan aliran duit beasiswa itu. Dari Rp 750 miliar yang disiapkan, baru terserap Rp 150,94 miliar. Itu data per September 2025. Duit yang terserap itu, untuk 30.943 mahasiswa. Sebanyak28.083 mahasiswa S1, dapat Rp 136,48 miliar. Dan mahasiswa S2/S3 sebanyak 2.860 dengan alokasi Rp 14,46 miliar. Mereka tersebar di 52 PTN maupun PTS. Per September 2025, yang terverifikasi sebesar 7.904 mahasiswa.

Ya, sebagai langkah awal, lumayan okelah programnya berjalan. Patut diapresiasi. Meski begitu, coba kita sajikan lagi data-data pembanding antara target dengan fakta realisasi. Jadi, kita bisa melihat progress di lapangan.

Program awal di tahun 2025 diproyeksikan mampu menjangkau lebih banyak dengan pagu anggaran besar. Namun saat verifikasi data kampus via data riil (misalnya data mahasiswa di PDDikti, kapasitas kampus), maka anggaran dikoreksi menjadi jauh lebih kecil:yakni menjadiRp 150,94 miliar.

Plafon bantuan untuk S1 UKT maksimal Rp 5 juta. Initergantung kampus, alokasi sekitar Rp 136,48 miliar hanya memungkinkan membiayai sekitar 27.296 mahasiswa. Angka inilebih sedikit dari target awal kuota 28.083.

Untuk S2/S3: dengan anggaran Rp 14,46 miliar dan asumsi plafon UKT/Semester tertentu, jumlah penerima manfaat riil kemungkinan lebih sedikit dari target awal 2.860 mahasiswa.

Untuk kampus swasta, ada tantangan dalam memenuhi kuota penerima.Salah satunyakarena jumlah mahasiswa baru yang mendaftar belum cukup atau data dosen tidak mendukung kuota.

Kata Seno lagi, di tahun 2026 anggaran gratispol akan dikerek. Targetnya 85 ribu mahasiswa. Dari jumlah mahasiswa itu, disusun duit sebesar Rp 1,4 triliun. Sebuah angka yang tak main-main tentunya.

Dari semua ini, tembok tebal penghalangnya adalah adanya tekanan fiskal. Seperti kita tahu, pemerintah pusat tengah membredel anggaran untuk daerah. Seperti apa kisah selanjutnya program beasiswa gratispol? Kita belum temukan jawabannya. Masih samar.

Yang pasti, kita yakin pemimpin di Kaltim pasti tak akan tinggal diam. Sekiranya perjuangan mereka tak sesuai harapan, pertanyaan besarnya adalah: apakah warga Kaltim ikut diam??? (*)

(Tulisan di atas adalah pandangan pribadi penulis dan menjadi tanggung jawab penulis yang bersangkutan)

  • Mediapreneur yang masih berupaya memantaskan diri dengan menyerap ilmu sebanyak-banyaknya.

POPULER
Search