KTPA Diharapkan Sebagai Solusi Penanggulangan Kebakaran Lahan dan Kebun di Kaltim

Kabid Perkebunan Berkelanjutan Provinsi Kaltim, Asmirilda. (foto: sur/nk)

SAMARINDA. Menurut pantauan BMKG, bulan Juni mendatang wilayah Kaltim diprediksi akan masuk pada fase musim kemarau. Tentu ini bisa menimbulkan kebakaran lahan dan hutan, sehingga peran kelompok Tani Peduli Api (KTPA) menjadi salah satu solusi menghadapi potensi kebakaran lahan dan perkebunan di Kaltim.

Perkiraan kondisi tersebut sempat mengemuka dalam kegiatan Dialog Jejaring Pembelajaran Inisiatif Model Pengendalian Kebakaran Lahan dan Kebun yang digagas oleh Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Kalimantan Timur bersama Dewan Daerah Perubahan Iklim (DDPI) Kalimantan Timur berlangsung di Grand Ballroom Hotel Mercure, Kamis, 12 Mei 2022.

Kegiatan tersebut terselenggara dalam rangka menanggulangi bencana kebakaran lahan dan perkebunan di wilayah Kaltim. Apalagi beberapa Kabupaten dan Kota memiliki daerah lahan gambut yang menjadi titik pusat rawan bencana kebakaran lahan.

Kegiatan Dialog Jejaring Pembelajaran Inisiatif Model Pengendalian Kebakaran Lahan dan Kebun, Grand Ballroom Hotel Mercure, Kamis 12 Mei 2022. (foto: sur/nk)

Kabid Perkebunan Berkelanjutan, Asmirilda menyampaikan, dalam penanggulangan bencana kebakaran maka perlu dibentuk Kelompok Tani Peduli Api (KTPA), hal ini menjadi langkah awal bagi masyarakat di Kaltim untuk melakukan pencegahan. Pembentukan KTPA sendiri telah diatur dalam Peraturan Daerah (PERDA) Provinsi Kalimantan Timur Nomor 7 Tahun 2018.

“KTPA itu sudah ada pada tiap-tiap kabupaten dan kota. Tetapi memang masih sangat perlu dukungan dari multi pihak, sehingga KTPA bisa berjalan dengan baik. Keberadaanya juga harus dimitrakan dengan perusahaan terdekat, sehingga pemanfaatan sapras (alat alat penanggulangan kebakaran) yang dialokasikan oleh pemerintah dapat dipergunakan dengan maksimal,” ungkapnya.

Saat ini setiap daerah di Kalimantan Timur telah membentuk KTPA di bawah naungan Dinas Perkebunan tingkat Kabupaten-Kota. Asmirilda berharap kepedulian pihak pemerintah, perusahaan dan masyarakat lebih ditingkatkan lagi dengan ada KTPA tersebut. “Karena keberadaan KTPA bukan hanya sekedar melakukan pemadaman saat bencana kebakaran lahan dan perkebunan saja, tetapi pemanfaatan untuk di lingkungan sekitar,” pungkas wanita berhijab ini. (sur)

POPULER
Search