Ketimpangan Pembangunan di Dapil II Kutim, Yusri Yusuf: Kami Akan Bawa Suara Masyarakat ke Pemerintah

SANGATTA – Anggota Komisi B DPRD Kutai Timur (Kutim) Yusri Yusuf menunjukkan komitmennya untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat di Daerah Pemilihan (Dapil) II. Dalam pernyataannya setelah pelantikan, politisi Partai Demokrat ini menyoroti ketimpangan pembangunan yang terjadi di wilayah Dapil II, yang meliputi Kecamatan Bengalon, Rantau Pulung, Sangatta Selatan, dan Teluk Pandan. Meski pembangunan di Kutim secara keseluruhan menunjukkan kemajuan, Yusri menilai Dapil II masih jauh tertinggal dibandingkan wilayah perkotaan seperti Sangatta Utara.

“Pembangunan di Kutim memang sudah sangat maju, hanya saja di Dapil II masih sangat timpang dengan wilayah kota, seperti di Sangatta Utara,” ungkap Yusri di Ruang Kerjanya, Rabu (13/11/2024). Ia menegaskan keinginannya untuk segera turun ke lapangan guna mendengarkan langsung aspirasi masyarakat di wilayah dapilnya.

Yusri menyoroti bahwa ketimpangan ini terutama terlihat pada infrastruktur dasar seperti jalan dan fasilitas umum lainnya. Menurutnya, wilayah-wilayah di Dapil II masih kesulitan dalam hal aksesibilitas dan minimnya fasilitas dasar yang layak. Kondisi ini sangat mempengaruhi kehidupan sehari-hari masyarakat, terutama dalam mendukung kegiatan ekonomi dan akses layanan publik yang memadai.

“Wilayah-wilayah di Dapil II masih tertinggal. Infrastruktur seperti jalan dan fasilitas umum masih kurang, dan ini tentunya berimbas pada kesejahteraan masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa kebutuhan dasar ini menjadi perhatian utama pemerintah daerah,” lanjut Yusri.

Sebagai anggota DPRD Kutim dengan perolehan suara sebanyak 1.911 suara, Yusri Yusuf merasa memiliki tanggung jawab besar untuk memperjuangkan kebutuhan masyarakat di dapilnya. Menurutnya, pencalonannya didorong oleh keinginan masyarakat yang merasa kurang diperhatikan dalam pembangunan. Kepercayaan yang diberikan masyarakat menjadi dorongan utama bagi Yusri untuk berjuang membawa suara mereka ke meja pemerintahan.

“Saya maju sebagai anggota DPRD Kutim karena dorongan dari masyarakat yang merasa pembangunan di daerah mereka kurang tersentuh. Kami ingin membawa aspirasi masyarakat ke pemerintah agar pembangunan di Dapil II dapat lebih diperhatikan,” ujarnya.

Yusri juga menekankan bahwa pembangunan yang merata hanya bisa dicapai melalui kerja sama antara masyarakat dan pemerintah. Ia percaya bahwa kebijakan pemerintah yang baik harus didukung oleh partisipasi aktif dari masyarakat. Menurutnya, masyarakat perlu dilibatkan dalam proses perencanaan hingga evaluasi pembangunan agar hasilnya benar-benar sesuai dengan kebutuhan mereka.

Dalam kapasitasnya sebagai anggota DPRD, Yusri berkomitmen untuk menjadi jembatan yang menghubungkan masyarakat dengan pemerintah daerah. Ia menyadari bahwa alokasi anggaran yang adil dan merata sangat penting untuk memperkecil ketimpangan pembangunan antara wilayah perkotaan dan pedesaan di Kutai Timur. Yusri berharap dengan posisinya saat ini, ia bisa mendorong agar Dapil II mendapatkan alokasi anggaran yang lebih memadai untuk pembangunan infrastruktur dan fasilitas publik.

“Optimisme kami adalah, dengan kerja sama yang baik antara legislatif, eksekutif, dan masyarakat, ketimpangan pembangunan di Kutai Timur dapat diatasi. Kami berharap seluruh masyarakat dapat merasakan hasil pembangunan yang adil dan merata,” tambahnya.

Yusri meyakini bahwa pendekatan yang inklusif dan kolaboratif dapat mendorong pembangunan yang berkelanjutan dan merata di seluruh wilayah Kutai Timur, termasuk daerah-daerah terpencil yang selama ini belum banyak tersentuh. Menurutnya, dengan adanya sinergi yang baik antara berbagai pihak, kualitas hidup masyarakat di wilayah pedalaman dapat ditingkatkan, sehingga ketimpangan dengan wilayah perkotaan dapat ditekan.

Yusri juga berpesan agar masyarakat terus memberikan masukan dan dukungan terhadap program pembangunan yang akan dijalankan di Dapil II. Ia mengajak masyarakat untuk tidak ragu dalam menyampaikan aspirasi, karena menurutnya peran serta masyarakat adalah faktor penting yang akan mendorong percepatan pembangunan di daerah mereka.

“Kami siap untuk mendengarkan dan memperjuangkan aspirasi masyarakat di Dapil II. Pemerataan pembangunan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga merupakan tanggung jawab bersama. Kami akan terus berusaha agar suara masyarakat dapat didengar dan kebutuhan mereka dapat terpenuhi,” tutup Yusri. (adv/dprd kutim)

POPULER
Search