SAMARINDA – Dalam upaya memajukan sektor koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Samarinda, Komisi III DPRD Samarinda menggelar rapat dengar pendapat dengan Dinas Koperasi dan UKM pada Kamis (18/4/2024).
Dalam pertemuan tersebut, anggota Komisi III, Anhar, menekankan pentingnya inovasi dan pembinaan lebih lanjut untuk mengatasi stagnasi dalam pengembangan produk kuliner khas Samarinda.
Menurut Anhar, Samarinda, yang merupakan ibu kota Kalimantan Timur, memiliki potensi besar dalam kuliner namun terkendala oleh kurangnya inovasi dan promosi.
“Kita harus melihat lebih dari sekadar amplang dan nasi kuning; kita membutuhkan terobosan baru yang bisa memperkenalkan dan mempopulerkan lebih banyak lagi dari kuliner khas kita,” ujarnya.
Ia juga mengkritik minimnya variasi makanan khas yang dikembangkan di Samarinda dan mendorong Dinas Koperasi dan UKM untuk mengambil langkah konkret dalam riset dan pengembangan produk. Anhar yakin bahwa dengan pendekatan yang tepat, produk UMKM dapat bersaing di pasar nasional bahkan internasional.
Selain itu, Anhar menyarankan agar penggunaan bahan lokal diperbanyak dalam pengembangan produk untuk mendukung perekonomian daerah.
“Dengan inovasi dan pembinaan yang tepat, saya yakin sektor koperasi dan UMKM di Samarinda dapat berkembang pesat dan menjadi salah satu pilar utama perekonomian daerah,” tutupnya. (adv/yud/dprd samarinda)
