Wujudkan Swasembada Jagung Hibrida, Kodam VI/Mulawarman Gandeng Indoditas dan PKT

Ilustrasi jagung (foto: istimewa)

BALIKPAPAN. Program swasembada jagung hibrida di lahan TNI AD, KM 8 Kelurahan Karang Joang, Balikpapan yang ditetapkan sebagai kawasan ketahanan pangan TRANS AD dan Agrowisata di Balikpapan, mencapai titik terang.

Melalui pertemuan intensif Jumat, (4/2/2022), pukul 08.30 WITA hingga selesai di ruang meeting Kodam VI/Mulawarman Balikpapan, detailing dan rencana usahanya dijabarkan.

Rapat tersebut dihadiri oleh CEO Indoditas Duta Raya Firly Firdauzy, PM Program Makmur (Agro Solution) PT. Pupuk Kaltim Adrian, Aster Kasdam VI/Mulawarman Kol. Rama Hendarto beserta jajarannya, juga Kajasdam IV/ Mulawarman Letkol Arh Samujio sekaligus sebagai manager dari Kawasan tersebut.

“Bersama, kami merumuskan ekosistem pertanian yg dapat dibangun dengan model kemitraan industrial dan pola pemberdayaan petani utk menciptakan pertanian yang terintegrasi dan berkelanjutan,” ucap Firly Firdauzy.

Satu persatu kebutuhan terkait perisiapan ekosistem pada lahan itu diurai untuk kemudian dicarikan solusi terbaik demi melancarkan jalannya program.

Dijelaskan, menciptakan kawasan pertanian merupakan tantangan yang kompleksitasnya cukup tinggi. Mulai dari pembukaan lahan, persiapan lahan tanam, persediaan dan pendistribusian agro input, dan manajemen plantation. Belum termasuk mekanisasi pertanian dan produksi paska panen hingga terjaminnya pembelian hasil panen dengan harga yang menguntungkan petani.

Sebagi informasi, program ketahanan pangan ini awalnya telah berjalan dengan dipadukan Program Makmur gagasan PKT. Program yang mengaktifasi agar ekosistem ini dapat berjalan dengan memberikan kontribusi bantuan CSR berupa pupuk nonsub UREA dan NPK.

“Juga ada bantuan Alsintan Berupa traktor R4 beserta implementnya, Semuanya bertujuan mendukung gagasan bersama ini,” kata PM Program Makmur (Agro Solution) PT. Pupuk Kaltim, Adrian.

Indoditas pun tidak ketinggalan memberikan dukungan bantuan berupa benih, alat pupuk dan alat tanam semi mekanis untuk mendukung area demplot yang akan dilaksanakan pada area itu. “Kami juga hadir memberikan penyuluhan agar petani dapat melaksanakan budidaya dengan cara yang baik dan menghasilkan pendapatan yang optimal saat panen. Artinya, kita kawal prosesnya dari hulu sampai dengan hilir,” ujar Firly.

Kolaborasi ini, tentu saja mendapat apresiasi Kodam VI/Mulawarman. Harapannya, aliran bantuan untuk lahan ketahanan pangan itu didukung oleh pihak lain yang peduli dengan kesejahteraan petani.

“Ini berhubungan dengan pemenuhan rantai pasok makanan utk kebutuhan hidup rakyat Indonesia. Jika ketahanan pangan kita bisa stabil, maka negara ini akan menjadi negara kuat,” papar Aster Kasdam VI/Mulawarman Kol. Rama Hendarto.

Kongkretnya, pertemuan itu merumuskan program kerja untuk fokus membuat model percontohan budidaya jagung hibrida seluas 10 hektare sebagai tahap awal. Ditargetkan, dapat panen dibulan Mei atau 4 bulan mendatang.

Disesi akhir, kegiatan dilanjutkan dengan tinjauan langsung ke lokasi lahan. Sekaligus pengujian tanah dan pemberian Bantuan Benih unggul, Alat tanam dan alat pupuk dari Indoditas secara simbolis. (nk/adv/diskominfokaltim)

POPULER
Search