Refleksi 95 Tahun Sumpah Pemuda: Mengukir Masa Depan Indonesia yang Berkemartabatan Tinggi

Irmayanti Basrie, Direktur Unit Diklat GPMB Kota Samarinda.
Irmayanti Basrie, Direktur Unit Diklat GPMB Kota Samarinda.

PERISTIWA bersejarah Sumpah Pemuda tahun 1928, yang menyatukan semangat para pemuda Indonesia untuk mencintai tanah air, memperingati tahun ke-95 tahun ini. Di tengah refleksi ini, Irmayanti Basrie, Direktur Unit Diklat GPMB Kota Samarinda, menyoroti tantangan dan harapan bagi bangsa ini.

Dalam menyambut usia 95 tahun Sumpah Pemuda, Irmayanti mengajak untuk mempertanyakan apakah kita telah membangun jiwa dan semangat nasionalisme di antara rakyat selama 78 tahun terakhir. Tantangan seperti maraknya kasus korupsi dan kriminalitas menuntut kita untuk menegakkan nilai-nilai kejujuran dan tanggung jawab.

Irmayanti juga menyoroti pentingnya pendidikan yang tidak hanya memajukan intelektualitas, namun juga membentuk karakter yang kokoh. Pendidikan yang mengedepankan pendidikan jiwa akan membawa masyarakat menuju kedewasaan berpikir dan bertindak.

Terakhir, dalam menghadapi Pemilu 2024, harapan besar diletakkan pada para pemimpin dan tokoh negara untuk mendahulukan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi dan golongan. Semangat Sumpah Pemuda, bahwa kita adalah satu bangsa, tetap harus menyala dalam jiwa setiap warga Indonesia.

Saat ini, suara kekhawatiran terdengar di sekitar. Beberapa orang menyatakan keprihatinan akan kondisi negeri yang tampaknya sedang tidak stabil. Maraknya kasus korupsi dan kriminalitas menimbulkan kegelisahan di kalangan masyarakat. Meskipun begitu, kita tidak boleh menyerah.

Di tengah tantangan ini, perlu diingat bahwa Indonesia telah melalui perjalanan yang panjang. Lebih dari tiga abad di bawah penjajahan, bangsa ini akhirnya meraih kemerdekaan. Seharusnya kita mampu bangkit dari keterpurukan dan membangun fondasi yang kokoh untuk Indonesia Raya yang bermartabat tinggi.

Dalam konteks ini, pendidikan memegang peran kunci. Pendidikan tidak hanya tentang menumpuk pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter yang kuat. Seperti yang diungkapkan oleh Ki Hajar Dewantara, pendidikan harus menghasilkan manusia dengan jiwa yang matang, mampu hidup dengan tertib dan memberikan manfaat bagi orang lain.

Dalam menghadapi Pemilu 2024, kita memiliki harapan besar. Para pemimpin dan tokoh negara yang akan terpilih harus mampu mengedepankan kepentingan bangsa dan negara di atas segala kepentingan pribadi atau golongan. Semangat Sumpah Pemuda, bahwa kita adalah satu tanah air dan satu bangsa, harus terus mengalir dalam darah setiap warga Indonesia.

Seiring dengan memperingati 95 tahun Sumpah Pemuda, mari kita renungkan peran masing-masing dalam membangun Indonesia yang lebih baik. Bersama, kita bisa mengatasi setiap tantangan dan mewujudkan visi Indonesia yang lebih gemilang di masa depan.

Di tengah gejolak dan tantangan yang menghadang, semangat Sumpah Pemuda harus tetap hidup dalam setiap langkah kita. Hari ini, setelah 95 tahun peristiwa bersejarah tersebut, kita diingatkan untuk selalu berjuang demi kejayaan bangsa dan negara.

Mari kita memandang masa depan dengan optimisme. Indonesia memiliki potensi luar biasa, dan dengan kesatuan dan semangat gotong royong, kita dapat mengatasi segala rintangan.

Teruslah mengedepankan nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, dan cinta tanah air dalam setiap tindakan kita. Hanya dengan demikian, kita dapat membangun Indonesia yang kuat dan berjaya di pentas dunia.

Sebagai warga Indonesia, mari kita bersama-sama berkomitmen untuk memajukan negeri ini. Semoga semangat Sumpah Pemuda senantiasa membara dalam dada kita, mendorong kita untuk terus berkarya dan berkontribusi bagi kemajuan Indonesia.

Selamat memperingati 95 tahun Sumpah Pemuda! (nk/adv/dpk kaltim)

POPULER
Search