SAMARINDA – Di tengah pujian yang berlimpah atas keberhasilan Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat (Probebaya) Samarinda, Kalimantan Timur, muncul keresahan dari beberapa warga, termasuk keluhan di kawasan Loa Bakung terkait efektivitas fasilitas yang disediakan.
Novi Marinda Putri, anggota panitia khusus (pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) mengungkapkan kekecewaannya dalam sebuah rapat dengan Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) di Gedung DPRD Kota Samarinda pada Rabu, (24/4/24).
Salah satu isu yang dibahas adalah masalah Lampu Penerangan Jalanan Umum (LPJU) di perumahan Loa Bakung yang dikelola oleh Probebaya, dimana lampu yang seharusnya berfungsi optimal ternyata sering mengalami kedipan dan tidak memberikan penerangan yang memadai. Menurut Novi, ini merupakan indikasi bahwa spesifikasi teknis LPJU yang dipasang tidak sesuai dengan yang seharusnya.
“Pertanyaan besar muncul ketika lampu yang seharusnya menerangi jalan di belakang rumah saya di Loa Bakung justru kedap-kedip. Saat ditelusuri, ternyata itu produk dari Probebaya yang spesifikasinya tidak sesuai,” ucapnya.
Kekhawatiran Novi juga meluas apabila masalah serupa terjadi di kelurahan lain. Untuk itu, ia menuntut Bapperida agar lebih intensif dalam mengawasi dan mengevaluasi program yang dilaksanakan, memastikan bahwa segala bentuk bantuan yang diberikan sesuai dan dapat diandalkan oleh masyarakat.
Ia juga menyerukan evaluasi menyeluruh atas program Probebaya untuk memastikan bahwa bantuan yang diberikan benar-benar memenuhi kebutuhan masyarakat dan memiliki kualitas yang baik. Ia mengingatkan tentang pentingnya akuntabilitas dalam program pemberdayaan masyarakat, mengingat dampak negatif yang mungkin timbul jika masalah ini tidak ditangani dengan serius.
“Pertanggungjawaban harus jelas. Kita tidak boleh biarkan ketidaksesuaian ini berlanjut tanpa ada penyelesaian yang memadai,” tutup Novi Marinda Putri. (adv/yud/dprd samarinda)
